PADEK.JAWAPOS.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memberdayakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Pariaman melalui pelatihan fashion craft products, creative branding, dan entrepreneurship berbasis digitalisasi artificial intelligence (AI).
Program bertajuk "Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Melalui Pelatihan Fashion Craft Products, Creative Branding dan Entrepreneurship Berbasis Digitalisasi AI di Kota Pariaman" ini digelar di Lapas Kelas II B Kota Pariaman pada 3 Agustus 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Ketua tim pengabdian, Hazevi Atila Yazel Aze, M.Pd, menjelaskan program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan teknis (hard skill) sekaligus kemampuan pendukung (soft skill) agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.
Pelatihan dibagi ke dalam tiga kelompok sesuai bidang keterampilan.
Kelompok pertama berfokus pada bidang fashion dengan materi teknik merajut motif pada kain. Kelompok kedua mempelajari seni (craft) melalui pelatihan melukis tas handmade.
Sementara kelompok ketiga mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran, branding, serta pemanfaatan platform digital dalam memasarkan produk.
Menurut Hazevi, seluruh materi dirancang saling terintegrasi dalam konsep kewirausahaan berbasis digitalisasi AI sehingga peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami strategi pemasaran dan pengembangan usaha.
"Setiap kelompok diarahkan sesuai capaian program. Tim kami fokus pada fashion, craft, pemasaran, hingga branding yang saling terhubung dalam konsep entrepreneur berbasis digitalisasi AI," ujarnya.
Perwakilan Lapas Kelas II B Kota Pariaman, H. Harapap, mengapresiasi pelaksanaan program pengabdian tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dalam meningkatkan kompetensi sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan guna memperkuat kemampuan teknis maupun nonteknis warga binaan.
Tim pengabdian juga menilai Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata memiliki peluang besar bagi berkembangnya produk kreatif lokal. Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, termasuk warga binaan, dinilai penting agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) ini difasilitasi oleh Universitas Negeri Padang dan berkolaborasi dengan Lapas Kelas II B Kota Pariaman di bawah pimpinan Boy Irfan Arslan, A.Md.IP., S.H., M.Si.
Tim pengabdian dipimpin oleh Hazevi Atila Yazel Aze, M.Pd dengan anggota Dr. Haris Satria, M.Sn, Yuri Christiani, M.Pd, dan Maya Asria, M.M, serta melibatkan mahasiswa Gita Deliani Putri dan Putri Oktavia Lesmon.(*)
Editor : Heri Sugiarto