PADEK.JAWAPOS.COM— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik segera menunjukkan kinerja dan mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Khusus Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Mahyeldi menekankan agar persoalan pengelolaan sampah segera ditangani dengan langkah konkret.
Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumbar di Istana Gubernuran, Rabu (2/9/2026).
Mahyeldi mengingatkan para pejabat baru agar tidak hanya bekerja di belakang meja. Seorang pemimpin harus turun memahami persoalan di lapangan, membaca masalah lebih awal, serta mengambil langkah penyelesaian sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi lebih besar.
“Jangan menunggu persoalan membesar, jangan menunggu masyarakat mengeluh, dan jangan menunggu pimpinan meminta baru kita bergerak. Seorang pemimpin harus mampu melihat persoalan lebih awal dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Mahyeldi.
Kepala DLH Diminta Cari Solusi Sampah
Dari enam pejabat yang dilantik, perhatian khusus diberikan kepada Kepala DLH Sumbar Kuartini Deti Putri. Mahyeldi meminta persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, menjadi perhatian serius dan segera menghasilkan solusi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Terutama untuk persoalan pengelolaan sampah, itu harus menjadi perhatian serius agar segera ada solusi konkretnya,” tegas Mahyeldi.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya integritas dan keteladanan dalam menjalankan jabatan. Menurutnya, pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah kepada jajaran.
“Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Kalau kita ingin bawahan disiplin, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan. Kalau kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik, maka pimpinan harus menjadi orang pertama yang memberikan pelayanan dengan baik,” katanya.
Enam Pejabat Dilantik
Enam pejabat yang dilantik merupakan bagian dari proses penataan dan penguatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar.
Pengisian dan rotasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tersebut dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.
Adapun pejabat yang dilantik yakni Yozawardi Usama Putera sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Kemudian Adib Alfikri dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum. Sebelumnya, ia menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan.
Selanjutnya, Medi Iswandi dipercaya sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Sebelumnya, ia menjabat Asisten Administrasi Umum.
Tasliatul Fuaddi dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, setelah sebelumnya menjabat Kepala DLH. Mahdianur menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Sementara itu, Kuartini Deti Putri dilantik sebagai Kepala DLH Sumbar. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumbar.
Ada Target Berbeda di Tiap OPD
Mahyeldi meminta para pejabat segera memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum diminta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
Kepala BPSDM diarahkan meningkatkan pembinaan dan kompetensi ASN. Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga diminta memperkuat pembinaan generasi muda, sekaligus mengawal persiapan PORPROV dan pembangunan GOR.
Untuk Kepala DPMD, Mahyeldi meminta pembangunan berbasis nagari terus diperkuat, termasuk melalui pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).
Menurut Mahyeldi, jabatan merupakan amanah yang harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat lebih besar bagi daerah dan masyarakat.
“Jabatan adalah amanah. Jadi mesti dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Karena itu, kepentingan organisasi dan pembangunan daerah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
Mahyeldi meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri, membangun komunikasi dengan jajaran, mendengarkan masukan bawahan, turun memahami persoalan di lapangan, serta bekerja sungguh-sungguh, ikhlas, dan sesuai ketentuan.(*)
Editor : Hendra Efison