Pengadaan Lahan Tuntas, Fly Over Sitinjau Lauik Ditargetkan Rampung Mei 2028

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 21:35 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026).
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026). (Ilustrasi AI)

PADEK.JAWAPOS.COM — Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik memasuki tahapan pekerjaan fisik setelah proses pengadaan lahan yang sebelumnya menjadi kendala kini dituntaskan. Penyelesaian konstruksi proyek strategis tersebut ditargetkan pada Mei 2028.

Target itu disampaikan PPK Sitinjau Lauik, Risma, yang mewakili pihak Balai saat Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau perkembangan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Kamis (17/9/2026).

“Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028,” ujar Risma.

Menurut Risma, Fly Over Sitinjau Lauik dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Melalui skema tersebut, badan usaha turut berperan dalam pembiayaan pembangunan sekaligus operasional dan pemeliharaan infrastruktur selama masa layanan.

Pembangunan fly over diarahkan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, terutama pada Tikungan Panorama 1 yang memiliki radius tikungan kecil dan kemiringan cukup tinggi.

Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan bagi kendaraan, khususnya angkutan logistik.

Dari sisi teknis, proyek ini memiliki konstruksi yang kompleks. Mahyeldi menyebut berdasarkan penjelasan tim teknis, Jembatan 3 memiliki desain melengkung dengan bentang sekitar 180 meter.

Sementara Jembatan 4 menggunakan konstruksi cable-stayed dengan bentang sekitar 300 meter.

“Ini suatu hal yang tidak sederhana. Alhamdulillah dari pelaksana dan juga tim yang ahli-ahli, mereka ini luar biasa. Ini suatu kebanggaan juga bagi kita,” ujar Mahyeldi.

Dalam peninjauan itu, Mahyeldi melihat langsung perkembangan pekerjaan dan mendengarkan penjelasan teknis dari pihak terkait, termasuk Hutama Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Mahyeldi mengatakan penyelesaian pengadaan lahan menjadi salah satu tahapan penting agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih optimal.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari HPSL, Kementerian Pekerjaan Umum, Agrinas, DPR RI, pemerintah kabupaten dan kota, jajaran teknis hingga masyarakat.

Ia berharap koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak terus dijaga agar pembangunan berjalan sesuai tahapan yang telah disepakati serta memberikan manfaat bagi keselamatan, konektivitas, mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
pengadaan lahan infrastruktur Sumatera Barat Sitinjau Lauik Fly Over Sitinjau Lauik