RS Mata Sumbar Hadirkan Teknologi OCT untuk Deteksi Penyakit Mata

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 15:33 WIB
Direktur RS Mata Sumbar, Ns. Beniara Asmus, S.Kep., M.Kes., memeriksa mata pasien sebagai bagian dari pelayanan kesehatan mata di Rumah Sakit Mata Sumatera Barat.
Dokter spesialis mata RS Mata Sumbar, dr M Fadhil Rahmadiansyah memeriksa mata pasien dengan OCT. (Foto: SS FB RS Mata Sumbar)

PADEK.JAWAPOS.COM—Kabar baik bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat! RS Mata Sumatera Barat kini telah dilengkapi dengan alat Optical Coherence Tomography (OCT), teknologi pemeriksaan mata yang membantu dokter melihat struktur lapisan retina secara detail untuk mendukung diagnosis berbagai gangguan mata.

Rumah Sakit Mata Sumatera Barat menghadirkan teknologi Optical Coherence Tomography (OCT) untuk membantu pemeriksaan struktur retina dan saraf optik secara lebih detail.
 
Teknologi pencitraan noninvasif ini dapat mendukung dokter dalam mendeteksi dan memantau sejumlah gangguan mata, termasuk glaukoma, retinopati diabetik, dan degenerasi makula.
 

Direktur RS Mata Sumbar, Ns. Beniara Asmus, S.Kep., M.Kes., mengatakan kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat.

“Kehadiran teknologi Optical Coherence Tomography (OCT) di RS Mata Sumbar merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk menghadirkan pelayanan profesional berbasis teknologi medis terkini bagi seluruh masyarakat,” ujar Beniara, Senin (19/10/2026).

Cara Kerja OCT untuk Memeriksa Retina

OCT merupakan teknologi pencitraan yang menggunakan gelombang cahaya untuk menghasilkan gambar penampang lapisan retina dan struktur saraf optik.

Pemeriksaan ini berlangsung tanpa menyentuh bola mata dan tidak memerlukan tindakan bedah.

 

Melalui hasil pemindaian, dokter dapat mengukur ketebalan lapisan retina dan serabut saraf optik.

Informasi tersebut membantu proses diagnosis, pemantauan perkembangan penyakit, serta evaluasi respons terhadap pengobatan.

Beniara mengatakan teknologi OCT memungkinkan dokter spesialis mata memeriksa kelainan struktur retina dan saraf mata secara lebih terperinci.

Ia berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membantu mendeteksi gangguan penglihatan lebih dini dan memperoleh penanganan sesuai kondisi medisnya.

Tiga Gangguan Mata yang Bisa Diperiksa dengan OCT

Penggunaan OCT dapat membantu dokter memeriksa sejumlah penyakit yang berisiko mengganggu penglihatan. Namun, hasil pemindaian tetap perlu ditafsirkan bersama pemeriksaan klinis lainnya sesuai kebutuhan pasien.

 

1. Glaukoma

OCT dapat mengukur ketebalan lapisan serabut saraf retina yang berkaitan dengan saraf optik. Perubahan pada lapisan tersebut dapat membantu dokter menilai kemungkinan kerusakan akibat glaukoma dan memantau perkembangannya.

2. Retinopati diabetik

Pada pasien diabetes, OCT membantu mendeteksi pembengkakan atau penumpukan cairan pada retina, terutama di area makula yang berperan penting dalam penglihatan pusat. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk memantau perubahan retina selama pengobatan.

 

3. Degenerasi makula

OCT membantu memperlihatkan perubahan struktur makula, yaitu bagian retina yang berperan dalam penglihatan pusat. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi dan memantau degenerasi makula terkait usia serta sejumlah kelainan retina lainnya.

 

OCT juga dapat membantu mengevaluasi kondisi tertentu, seperti lubang makula dan ablasi retina.

Sementara itu, katarak merupakan kekeruhan lensa mata yang memerlukan pemeriksaan berbeda; katarak yang padat bahkan dapat mengganggu kualitas gambar OCT.

 

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai pemeriksaan mata menggunakan OCT dapat menghubungi atau mendatangi Rumah Sakit Mata Sumatera Barat di Jalan Gajah Mada No 28 Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara.(*)

Editor : Hendra Efison
RS Mata Sumbar teknologi OCT pemeriksaan retina deteksi glaukoma kesehatan mata Sumatera Barat