Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Penggerak Pembangunan Daerah Menuju Pilar Ekonomi Syariah Nasional

Adriyanto Syafril • Jumat, 17 April 2026 | 11:17 WIB
Donor darah dalam rangka HUT ke-64 Bank Nagari bekerja sama dengan UDD PMI Kota Padang berhasil mengumpulkan 95 kantong, di Banking Hall Lantai 1 Kantor Cabang Utama Padang. Kegiatan ini dibuka Direktur Operasional, Zilfa Efrizon dan Ketua Pelaksana Kegiatan Sosial, M Riza Harry Susanto. (DOK BANK NAGARI)
Donor darah dalam rangka HUT ke-64 Bank Nagari bekerja sama dengan UDD PMI Kota Padang berhasil mengumpulkan 95 kantong, di Banking Hall Lantai 1 Kantor Cabang Utama Padang. Kegiatan ini dibuka Direktur Operasional, Zilfa Efrizon dan Ketua Pelaksana Kegiatan Sosial, M Riza Harry Susanto. (DOK BANK NAGARI)

Penulis : ALFI SYUKRIA SEi MSi - Dosen FEBI UIN Imam Bonjol Padang

PADEK.JAWAPOS.COM - Selama 64 tahun perjalanannya hingga 12 Maret 2026, Bank Nagari tidak sekadar menjadi institusi keuangan daerah, tetapi telah menjelma sebagai urat nadi perekonomian Sumbar. Sejak berdiri, Bank Nagari mengemban mandat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor usaha masyarakat, serta menjadi mitra pembangunan yang berakar pada nilai-nilai lokal Minangkabau.

Dalam kurun tersebut, Bank Nagari berperan penting dalam membiayai sektor produktif, memperluas akses keuangan, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika nasional maupun global. Kontribusinya terlihat pada pembiayaan UMKM, perdagangan, pertanian, hingga infrastruktur daerah. Bank ini tidak hanya berkembang secara institusional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat Sumbat.

Keunggulan Bank Nagari dibanding bank lain di Sumbat tidak hanya terletak pada aspek bisnis, tetapi juga pada positioning kelembagaan, kedekatan sosial, dan peran strategis dalam pembangunan daerah. Diferensiasi utamanya meliputi kekuatan kultural lokal—memahami karakter masyarakat Minangkabau sehingga pelayanan berbasis kearifan lokal—tingkat kepercayaan yang tinggi sebagai “Bank urang awak”, serta jaringan kantor yang menjangkau hingga tingkat kecamatan, mendorong inklusi keuangan tidak hanya di wilayah perkotaan.

Momentum 64 tahun ini bukan sekadar refleksi, tetapi juga pijakan untuk menatap masa depan dengan visi besar: menjadikan Sumbar sebagai pusat peradaban ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan rencana alih bisnis dari konvensional ke syariah yang telah dicanangkan Pemegang Saham Bank Nagari sejak 2019.

Sumbar memiliki keunggulan khas berupa sinergi adat dan agama melalui filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Nilai ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kehidupan sosial yang kuat, sekaligus landasan pengembangan sistem ekonomi syariah yang aplikatif.

Transformasi menuju Bank Nagari Syariah menjadi langkah strategis yang krusial. Konversi ini bukan hanya perubahan operasional, tetapi lompatan peradaban untuk mengintegrasikan nilai keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan dalam sistem keuangan daerah, khususnya Minangkabau.

Kehadiran Bank Nagari Syariah diharapkan menjadi katalis pembangunan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang komprehensif. Perannya mencakup mendorong industri halal—kuliner, fashion, pariwisata, dan produk kreatif berbasis kearifan lokal—serta memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum terlayani sistem perbankan, melalui layanan yang sesuai prinsip syariah. Selain itu, Bank Nagari juga diharapkan menjadi pusat edukasi keuangan syariah untuk meningkatkan literasi dan membangun ekosistem yang matang serta berkelanjutan.

Cita-cita menjadikan Sumbar sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah bukan hal yang mustahil. Dukungan sumber daya manusia, kekuatan budaya, dan keberadaan institusi seperti Bank Nagari Syariah menjadi fondasi kuat. Namun, pencapaiannya memerlukan kolaborasi lintas sektor: pemerintah daerah sebagai regulator dan fasilitator, akademisi sebagai penguat riset, ulama dan ormas sebagai penjaga nilai, pelaku usaha sebagai motor ekonomi riil, serta masyarakat sebagai pengguna utama. Bank Nagari Syariah harus menjadi simpul dari seluruh kekuatan tersebut.

Enam puluh empat tahun adalah warisan berharga, tetapi masa depan menuntut lebih dari sekadar keberlanjutan—ia membutuhkan transformasi yang cepat. Bank Nagari kini berada pada titik penting: beralih dari bank pembangunan daerah menjadi institusi yang membangun peradaban ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman.

Dengan konsistensi, integritas, dan visi yang kuat, Sumbar berpotensi dikenal bukan hanya sebagai tanah budaya, tetapi juga sebagai pusat rujukan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia bahkan dunia. Dalam perjalanan itu, Bank Nagari akan tercatat bukan hanya sebagai saksi sejarah, tetapi sebagai pelaku utama perubahan. Selamat Ulang Tahun ke-64 Bank Nagari. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#bank nagari #syariah