Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tumbuhnya Konsep Party Halal

Redaksi • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:09 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Hasrat untuk selalu bugar dan dorongan bereksperimen khas generasi Z kerap menghasilkan event atau acara yang kadang mengerutkan dahi. Selain belum pernah ada, konsep yang diusung sering menabrakkan dua unsur berbeda dalam satu wadah. Salah satu fenomena yang mulai banyak terjadi adalah menggabungkan olahraga dengan atmosfer pesta khas dunia malam.

Saat ini bermunculan istilah seperti coffee rave, party run, atau padel party yang membawa unsur hiburan malam seperti musik disjoki ke acara lari, padel, serta kedai kopi. Gampangnya, dugem tapi sehat atau dugem tanpa alkohol. Bahkan, ada komunitas yang menyebut tren itu sebagai party halal.

Gambarannya, disjoki memutar beat-beat electronic dance music (EDM) di tengah kompetisi padel atau titik finis event lari. Bisa juga menikmati dentuman house music, tapi sambil menyeruput kopi. Sesuatu yang jarang, tapi saat ini semakin ramai.

Pada era 2010-an, kafe adalah tempat nongkrong dengan tampilan estetik. Pengguna datang ngopi, motret suasana dan latte art lalu diunggah di media sosial.
Hiburan malam juga hanya berkutat di kelab atau bar. Begitupun olahraga yang lebih banyak berupa aktivitas pribadi. Tiga hal berkarakter eksklusif tersebut saat ini mulai berhibrida.

Tingginya fenomena itu semakin menunjukkan bahwa generasi muda menganggap kesehatan sebagai aset. Tampil produktif dan mengunggahnya ke media sosial telah menjadi lambang status sosial. Wellness menjadi tujuan hidup. Di lain sisi, mereka juga tetap ingin bersenang-senang mendapat energi kolektif dari keriuhan pesta. Memenuhi kebutuhan networking sambil tipis-tipis dating.

Gaya baru itu dapat berdampak positif memutar roda perekonomian lokal. Brand, venue, hingga event organizer mendapat angin segar untuk mengembangkan bisnis dan koneksi.

Namun, eksploitasi tren yang baru tumbuh itu berpotensi redup. Terutama jika ada pihak-pihak tertentu yang rakus dan berlebihan dalam memeras keuntungan.
Sifat acara yang terlalu komersial dan transaksional perlahan berisiko ditinggal publik. Utamakan vibes. Jika suasana sudah asyik, pengunjung tidak akan ragu untuk spending. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#tajuk rencana #generasi z