KEHADIRAN generasi digital native turut berpengaruh besar terhadap cara manusia membangun relasi. Dinamika itu melahirkan tren baru yang kini tumbuh pesat. Yakni, beraktivitas dengan orang yang belum dikenal.
Kini bermunculan acara seperti dating with stranger, running with stranger, atau playing with stranger. Mereka berani bertemu karena menemukan kecocokan minat melalui media sosial dan kanal digital lainnya.
Pertemuan antar-orang tidak dikenal itu biasanya diawali dengan sebuah acara yang dihelat event organizer. Mereka menyediakan tempat yang mempertemukan orang-orang yang belum saling kenal. Konsep acara dikembangkan dari hobi-hobi yang saat ini naik daun. Mulai olahraga lari, hyrox, padel, tenis, hingga permainan tradisional.
Tren tersebut bukan semata dibaca sebagai wadah bagi digital native yang kerap dicap antisosial untuk bertemu. Fenomena itu merupakan bentuk fase lanjutan dari kecocokan yang “disepakati” dalam komunikasi via ranah digital sebelumnya.
Forum itu juga menjadi wadah bagi orang-orang yang membutuhkan durasi komunikasi lebih panjang, santai, tetapi tetap substansial. Sebab, pembicaraan di media sosial kerap pendek dan berlangsung singkat. Bertemu langsung juga mengurangi risiko ghosting ketika lawan bicara via jalur online tiba-tiba kabur dari sesi dialog.
Tumbuhnya aktivitas bersama orang tak dikenal juga dapat dibaca sebagai kebutuhan ruang “ketiga” selain rumah atau kampus/tempat kerja. Dua ruang tersebut kerap tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan seseorang untuk membangun relasi sosial yang lebih luas. Untuk itulah dicari tempat “ketiga” yang menawarkan model relasi lebih cair dengan bertemu orang baru dengan minat serupa.
Namun, tren tersebut harus dibarengi kewaspadaan dalam menyeleksi acara. Jangan sampai forum membangun relasi dengan cara yang seru itu membuka celah tindak kejahatan. Yang paling berisiko adalah penipuan atau tindak kekerasan lainnya.
Perhatikan juga reputasi penyelenggara dengan melihat rekam jejak di media massa dan media sosial. Hal lain yang harus diperhatikan adalah lokasi. Pastikan venue merupakan tempat terbuka, ramai, dan jelas akses keluar-masuk. Pastikan pihak penyelenggara juga mengawasi secara intens selama acara berlangsung. (*)
Editor : Adriyanto Syafril