Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Liburan, Bebas Urusan MBG

Redaksi • Selasa, 23 Juni 2026 | 07:10 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Musim libur sebelumnya Makan Begizi Gratis (MBG) terap jalan. Berbeda liburan Juni-Juli 2026 ini. Anak sekolah tidak lagi dikasih MBG. Jadi mereka  bisa liburan makan full biaya orangtua sendiri.

Orangtua pun tak perlu lagi repot-repot menjemput MBG ke sekolah saat libur. Guru dan pihak sekolah bisa full liburan. Karena tidak perlu lagi datang ke sekolah untuk mengontrol dan membagikan MBG kepada siswa.

Selama liburan sekitar 3 pekan, tidak akan ada  makanan yang mubazir tidak dimakan atau disentuh siswa. Allah suka kepada umatnya yang tidak mubazir. Walau sudah ada perbaikan dan evalusia, tetap saja ada siswa yang tidak mau makan MBG.

Kasus keracunan akibat MBG yang kini mulai mereda benar-benar tidak akan ada saat liburan. Orangtua tak perlu lagi waswas jika anaknya suatu waktu jadi korban keracunan.

Walau saat liburan yang dberikan  makanan kering seperti roti, susu, kacang, telur mentah/matang  dan buah-buahan tetap saja dianggap kurang efektif. Masa liburan lalu banyak postingan netizen di media sosial berisi menu MBG saat liburan.

Dinilai receh, asal-asalan dan nilainya tak sesuai budget. Bagi siswa dari keluarga mampu jelas merasa tak perlu menu MBG minimalis tersebut. Mereka terbiasa makan enak setiap hari. Kalau menu MBG tidak dimakan jangan salahkan mereka.   

Nah, selain kebijakan stop MBG selama liburan, menghentikan MBG untuk anak orang kaya rasanya tidak ada masalah. Toh mereka mampu beli makanan bergizi setiap hari. Tinggal lagi pendataan di sekolah.

Anak orang kaya tentunya tidak keberatan tak lagi dikasih MBG. Coba data oleh pihak sekolah siapa saja yang tidak memakan jatah MBGnya. Kalau terus-menerus tidak menyentuhnya artinya ia tidak butuh. Untuk apa selalu dikasih. Barangkali ada juga yang bukan anak orang berada tapi menolak makan menu MBG. Jangan kasih lagi karena mubazir jadinya.

Penghentian MBG sementara selama libur sekolah 22 Juni hingga 13 Juli 2026 bertujuan untuk efisiensi anggaran (diperkirakan menghemat Rp3 triliun). Kalau sejumlah anak atau anak orang kaya tak lagi diberi MBG jelas bisa menghemat anggaran untuk selanjutnya. 

Stop sementara MBG juga memberikan waktu untuk mengaudit serta mengevaluasi dapur penyedia. Ini tentu bagus sepanjang auditnya independen dan bersungguh-sungguh. Kalau kedapatan tidak sesuai atau ada penyimpangan, bisa diberi pembinaan. Kalau kesalahannya  tidak bisa ditoleransi tutup saja. 

Penutupan MBG selama libur memang berdampak kepada terhentinya operasional dapur. Tapi kalau pegawainya tetap terima gaji kan tidak masalah.

Apalagi gajinya sudah sesuai standar UMP dan ada pula tunjangan. Biarlah mereka libur sejenak sama seperti anak sekolah yang mereka sediakan makan.

Dampak kepada suplayer dapur berupa bahan baku makanan memang ada. Tapi umumnya pemasok kan pengusaha besar. Sudah terbiasa dengan maju mundurnya margin usaha. Toh, tutupnya tidak lama, sekitar 3 minggu saja. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#MBG libur sekolah #libur Juni Juli 2026 #siswa sekolah #program mbg #Makan Bergizi Gratis