“Sesuai arahan bupati, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar bersikap tegas Bagaimana pembangunan di Tanahdatar wajib memperhitungkan daya dukung dan daya tampung lingkungan,” ujar Wakil Bupati Richi Aprian saat Sosialisasi Program Setapak, di Aula Baperlitbang kemarin.
Sikap tegas itu sebutnya, sebagai bentuk upaya pemkab dalam menyiapkan masa depan Tanahdatar dengan seluruh keindahan alamnya menjadi warisan bagi anak cucu nantinya. “Jangan sampai mereka hanya mendengar cerita bahwa Tanahdatar dulunya pernah menjadi daerah asri,” kata Richi.
Wabup mengatakan, jika menjadi keuntungan bagi Tanahdatar sebagai daerah penerapan peningkatan instrumen Fiskal untuk perlindungan lingkungan.
“Urusan lingkungan hidup, Pemerintah Kabupaten Tanahdatar tetap peduli dan menjadi prioritas, ini tertuang dalam misi poin 6, yakni meningkatkan pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” kata Richi.
Selain itu tambah Richi, sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah daerah telah mengalokasikan pembiayaan melalui APBD Tanahdatar tahun 2022.
“Untuk menunjang kegiatan berkesinambungan di bidang lingkungan hidup, tahun 2022 pemerintah telah alokasikan lebih kurang 1 persen dari belanja daerah untuk lingkungan hidup,” katanya.
Program Setapak itu berguna untuk mendorong pemerintah dalam upaya membangun tata kelola dan lahan, dimana mendorong implementasi rencana pembangunan tetap berwawasan keselamatan lingkungan. Tanahdatar menjadi satu dari tiga daerah di Sumatera Barat melaksanakan program ini.
“Atas berbagai pertimbangan Tanahdatar bersama Agam dan Pemerintah Provinsi Sumbar menjadi daerah melaksanakan program ini setahun ke depan. Karena itu mari kita bersinergi dan berkoordinasi untuk sukseskan kegiatan ini,” tukasnya.
Kegiatan turut dihadiri secara virtual dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Direktur Program Setapak The Asia Foundation. Dihadiri langsung Sekretaris Baperlitbang Adriyanti Rustam serta utusan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Tanahdatar.
Sementara itu, untuk meningkatkan bidang pariwisata di Tanahdatar, Pemkab melalui Dinas Parpora mengeluarkan konsep Kalender Event 2022 yang bakal dilaksanakan dari Februari sampai Desember nanti.
Kepala Bidang Pariwisata Efrison menyampaikan, setidaknya ada 70 iven bakal dilaksanakan tahun ini. “Konsep sementara, kalender iven dimulai Februari, diawali iven Pacu Jawi dan diakhiri iven Festival Pesona Minangkabau pada 1 sampai 4 Desember nanti,” katanya saat dihubungi kemarin (13/1).
Disebutkan dia, kalender iven ini sebagai bentuk motivasi dan dukungan menyukseskan Program Unggulan (Progul) Tanahdatar poin 6 yakni Satu Nagari Satu Event di Tanahdatar. Direncanakan bakal dilaksanakan di 14 Nagari di Tanahdatar.
“Tanahdatar memiliki 190 destinasi wisata, potensi ini harus dimaksimalkan sehingga mampu memberi dampak berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” katanya.
Diungkapkan Efrison, iven yang bakal dilaksanakan seperti, Aua Sarumpun Geopark Festival, Festival Tenun, Pacu Jawi, Galiek Durian Gunung Rajo, Semarak Pesona Marapi, Pacu Biduak, Pesona Sumpu, Festival Pesona Pangian dan lainnya.
“Meski kondisi pandemi Covid-19 sudah berangsur mereda, tentunya dalam pelaksanaan event kita tetap terus mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Dalam peningkatan pariwisata itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra secara terpisah juga menjalin kerjasama dengan pihak Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, kemarin.
Disebutkan dia, kerjasama bertujuan untuk pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. “Kita berharap kerjasama mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di STP ini,” kata Eka. (stg) Editor : Novitri Selvia