PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten Tanahdatar terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana galodo yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Sejumlah langkah nyata telah dilaksanakan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak, khususnya para petani.
Bupati Tanahdatar, Eka Putra, menyampaikan saat ini pemerintah daerah telah memulai pembangunan dua dari tujuh jembatan yang rusak parah akibat Galodo.
Hal itu diungkapkannya saat menanggapi pertanyaan dan saran dari fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Tanahdatar dalam Rapat Paripurna yang digelar di Kantor DPRD, Senin (2/6).
“Pemerintah daerah terus mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, baik yang terkena dampak langsung bencana maupun tidak. Dari tujuh jembatan yang mengalami kerusakan parah akibat galodo, dua jembatan permanen saat ini sedang dibangun secara bertahap,” ungkap Eka Putra.
Dua jembatan permanen yang dimaksud terletak di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto dan di Nagari Tanjungalam, Kecamatan Tanjungbaru. Kedua jembatan ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan ekonomi lokal.
Dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Pemkab Tanahdatar terus melakukan koordinasi berjenjang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat.
Salah satunya adalah dengan mengajukan usulan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Pemerintah daerah sudah mengajukan usulan resmi ke BNPB untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak. Kami berharap dukungan pusat dapat segera terealisasi agar pemulihan bisa berjalan optimal,” imbuhnya.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah daerah juga memberikan perhatian besar kepada sektor pertanian yang turut terdampak parah.
Eka Putra menyebutkan, sebanyak 3.545 kepala keluarga (KK) petani menerima berbagai bentuk bantuan dari pemerintah daerah.
“Pemkab memberikan bantuan langsung tunai kepada 3.545 KK petani terdampak erupsi dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten. Selain itu juga diberikan bantuan beras dari cadangan pangan pemerintah daerah dan dari Bank Indonesia,” jelasnya.
Pemerintah juga memberikan bantuan sarana produksi pertanian, termasuk pupuk, guna mendorong kembali produktivitas lahan yang terdampak. Tak hanya itu, peternak pun mendapat perhatian dengan disalurkannya bantuan pakan ternak dan makanan tambahan berupa konsentrat.
Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan hidup masyarakat yang terganggu akibat bencana.
Eka Putra menegaskan proses pemulihan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, sembari menunggu dukungan tambahan dari pemerintah pusat dan lembaga terkait lainnya. (rna)
Editor : Adetio Purtama