Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda Menteri Ekraf di Kabupaten Tanahdatar sekaligus dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Sumatera Barat (Sumbar).
Dalam sambutannya, Teuku Riefky menyatakan bahwa pemerintah saat ini tengah mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Sumbar menjadi salah satu dari 15 provinsi prioritas nasional dalam pengembangan ekonomi kreatif lima tahun ke depan, sesuai arahan Presiden Prabowo dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional,” ujar Menteri Ekraf.
Ia mengingatkan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pengembangan sektor kreatif harus berkelanjutan. Itu tujuan kita dan harapan Presiden,” tambahnya.
Dukungan Pemerintah untuk Kreatifitas Lokal
Menteri Ekraf menegaskan bahwa kehadirannya di Tanahdatar bersama jajaran kementerian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kreatif di Luhak Nan Tuo.
“Kami akan terus mendukung ekonomi kreatif di Tanahdatar dan meningkatkan kolaborasi antara Kementerian Ekraf dengan pemerintah daerah, agar dapat mendampingi serta memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif yang kini semakin bersemangat, sehingga bisa bangkit dengan akar budaya kuat,” katanya.
Bupati Tanahdatar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Ekraf dan peresmian Creative Hub di daerahnya. “Kami sangat bangga atas kehadiran Menteri Ekraf di Tanahdatar dan mengucapkan terima kasih atas peresmian Tanahdatar Creative Hub,” ujar Eka Putra.
Iya menambahkan bahwa kehadiran Menteri Ekraf juga menjadi motivasi bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif dan melestarikan adat serta budaya melalui program Satu Nagari Satu Event, sehingga kearifan lokal semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Harapan kami, Tanahdatar Creative Hub dapat membantu mendongkrak perekonomian daerah dan mendorong pelaku ekonomi kreatif agar lebih berkembang,” pungkasnya.
Penyerahan Hak Kekayaan Intelektual
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekraf menyerahkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada empat pelaku ekonomi kreatif, yaitu Syafriandi – ciptaan musik pengiring tari Pasambahan; Rahmat Syah – ciptaan lagu Teman; Rendy F. Pratama (MT Film) – ciptaan film cerita Piring yang Dirindukan, dan Fakhrudoni – ciptaan fotografi Bunga dan Alam.(*)
Editor : Heri Sugiarto