PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten Tanahdatar terus mempercepat upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Salah satu langkah konkret dilakukan Bupati Eka Putra dengan mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta untuk melakukan koordinasi intensif terkait percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Rabu (6/5/2026).
Langkah proaktif tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat terdampak bencana tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara dan segera mendapatkan tempat tinggal yang layak serta aman.
Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada percepatan pembangunan Huntap melalui dua skema, yakni Huntap terpadu dan Huntap mandiri, sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkab Dharmasraya Gelar Lomba Perpustakaan Nagari Terbaik 2026
“Pertemuan ini membahas langkah strategis percepatan pembangunan huntap terpadu dan mandiri sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Eka Putra.
Bupati menegaskan, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal bagi warga terdampak bencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini. Ia memastikan Pemkab Tanahdatar akan terus mengawal seluruh proses pembangunan hingga masyarakat benar-benar memperoleh hunian yang aman dan representatif.
Dalam dialog bersama pihak BNPB, koordinasi juga diarahkan pada sinkronisasi data teknis serta kesiapan lahan pembangunan di lapangan. Pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh administrasi telah lengkap agar tidak menghambat dukungan anggaran maupun bantuan teknis dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Empat Petak Rumah Kontrakan di Dharmasraya Terbakar, Dua Penghuni Alami Luka Bakar
Eka Putra menjelaskan, untuk pembangunan Huntap mandiri, seluruh dokumen pendukung telah selesai dihimpun dan diserahkan kepada BNPB. Bahkan, sebagian masyarakat terdampak telah menyiapkan lahan secara mandiri guna mempercepat proses pembangunan rumah mereka.
“Terkait huntap mandiri, seluruh data yang telah dihimpun sudah kami sampaikan ke BNPB. Bahkan, lahan untuk pembangunannya juga telah dipersiapkan sendiri oleh masyarakat yang terdampak langsung,” jelasnya.
Berdasarkan laporan yang diajukan kepada Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, tercatat sebanyak 148 unit rumah terdampak di empat kecamatan, yakni Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, Rambatan, dan X Koto.
Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Targetkan Sekolah Rakyat Dharmasraya Rampung 20 Juni 2026
Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 unit direncanakan melalui skema Huntap mandiri, sementara 56 unit lainnya akan dibangun melalui Huntap terpadu.
Bupati berharap BNPB segera memberikan dukungan anggaran dan pendampingan teknis agar proses pembangunan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Menurutnya, percepatan administrasi di tingkat pusat menjadi faktor penting untuk mendukung efektivitas pembangunan di daerah, terutama dalam upaya mengembalikan kehidupan masyarakat pascabencana.
Baca Juga: Semen Padang FC vs Persik Kediri: Kabau Sirah Cari Pelipur Lara usai Degradasi
“Ini merupakan langkah konkret kami dalam mempercepat pemulihan. Kita ingin masyarakat segera kembali menjalani kehidupan normal dengan kondisi yang lebih baik dan lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang,” tegas Eka Putra.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan dokumen resmi serta data nama penerima bantuan Huntap oleh Bupati Eka Putra kepada Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, sebagai dasar pelaksanaan program lanjutan. (*)
Editor : Adetio Purtama