Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumbar Helmi pada sejumlah wartawan, Kamis (25/5).
Jumlah lansia yang cukup banyak ini membutuhkan perhatian khusus dari petugas haji.
Dia menekankan pada petugas hasji Sumbar agar memberikan pelayanan yang fokus kepada jamaah lansia. Helmi juga menyebutkan bahwa tahun ini tidak ada pendampingan khusus untuk jamaah lansia, sehingga petugas menjadi pendamping mereka. “Ini sesuai dengan tagline layanan haji Indonesia 2023, yaitu Haji Ramah Lansia,” katanya.
Disampaikan Helmi, untuk kelompok terbang (kloter) pertama calon jamaah haji (CJH) asal Sumbar akan masuk UPT Asrama Haji Tabing mulai 4 Juni, lalu pada 5 Juni dini hari jamaah akan diterbangkan ke Tanah Suci.
Dia mengatakan ada 17 kloter ini dengan rincian 12 berasal dari Sumbar dan 4 Lampung dan satu lagi campuran. Menurutnya, jelang keberangkat berbagai persiapan sudah dilakukan jamaah mulai dari persiapan administrasi untuk keimigrasian termasuk pelayanan bio visa.
Pelayanan jamaah di asrama haji juga sudah disiapkan dengan prosedur one stop service. Satu tempat akan dilayani pemeriksaan kesehatan, pemberian gelang, termasuk pembagian living cost.
Kemenag Sumbar mencatat sebanyak 4.748 calon jamaah haji asal Sumbar sudah mulasi Biaya Perjalana Ibadah Haji (Bipih). Jumlah ini melebihi kuota haji Sumbar tahun 2023 yang hanya 4.613 orang, termasuk petugas haji daerah (PHD).
Helmi menyebutkan untuk kepulangan jamaah haji nantinya akan mengoperasikan Asrama Haji di Padangpariaman. Dia mengatakan Asrama Haji Padangpariaman merupakan bangunan baru dan untuk progres pengerjaan belum 100 persen. Namun untuk sebatas menjadi tempat kepulangan jamaah haji, sudah layak untuk digunakan.
“Kalau kepulangan haji itu kan tidak harus menginap, tapi hanya singgah di aula lalu ada masjid yang bisa digunakan. Nah untuk aula dan masjid itu, sudah ada di Asrama Haji yang baru tersebut, dan sudah bisa digunakan,” katanya.
Dia menyebutkan pengoperasian Asrama Haji Padangpariaman merupakan pertama kali digunakan setelah dibangun sejak tahun 2015. Hal tersebut juga seiring adanya arahan dari Menag RI agar pelayanan haji lebih baik pada tahun ini.
“Di Sumbar terdapat dua asrama haji. Pertama di Tabing, Kota Padang. Asrama Haji Padang itu didirikan sejak tahun 2006. Selama ini Asrama Haji Padang telah digunakan untuk embarkasi dan debarkasi haji. Kedua, Asrama Haji Padangpariaman. Merupakan bangunan yang baru dan pada tahun 2023 ini bakal digunakan untuk Debarkasi Haji 2023,” katanya.
Tunggu Keppres
Sementara itu kasus perdana jamaah wafat pada ibadah haji 1444 H/2023 muncul di hari kedua kedatangan jamaah di Arab Saudi. Jamaah asal Demak, Jawa Tengah, bernama Suprapto Tarlim Kertowijoyo meninggal dunia di Madinah kemarin (25/5).
Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Suratman menjelaskan, jamaah yang wafat itu tergabung dalam kloter 3 embarkasi Solo (SOC 03). Jamaah berusia 52 tahun tersebut meninggal di Hotel Abraj Taba karena mengalami serangan jantung. Pemakaman dilaksanakan di Baqi. “Almarhum akan dibadalhajikan,” katanya.
Suratman menjelaskan, pemerintah menyiapkan program badal haji di setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji. Layanan itu disiapkan bagi jamaah yang memenuhi kriteria. Dia mengungkapkan, regulasi badal haji ada tiga kelompok.
Pertama, jamaah yang meninggal dunia di asrama haji embarkasi atau embarkasi antara, saat dalam perjalanan keberangkatan ke Saudi, atau meninggal dunia di Saudi sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah.
Kriteria kedua, jamaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan. Lalu, kriteria ketiga adalah jamaah yang mengalami gangguan jiwa. Kemenag mengimbau jamaah tidak melakukan transaksi badal haji dengan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebab, badal haji tersebut tidak dipungut biaya atau gratis. “Ketua kloter wajib melapor kepada PPIH sektor mengenai jamaah haji yang wafat dan memastikan pelaksanaan badal haji,” tutur Suratman.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Marheandro Susilo mengatakan, pemerintah terus mengimbau para jamaah, khususnya para lansia, untuk tetap disiplin menjaga kesehatan. “Termasuk menghindari aktivitas di luar ruang,” ucapnya.
Upaya tersebut penting karena saat ini cuaca di Madinah sedang dalam kondisi terik panas dengan suhu mencapai 41 derajat Celsius. Marheandro berpesan bagi jemaah lansia agar tidak memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunah.
Misalnya, jemaah tidak memaksakan diri jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan ikut salat berjemaah di Masjid Nabawi. Jemaah bisa menunaikan salat di pemondokan untuk menghindari kelelahan.
Terkait pemberangkatan, hingga kemarin siang sudah 8.446 jamaah diterbangkan ke Saudi. Mereka tergabung dalam 22 kloter. Di bagian lain, Kemenag sampai saat ini belum membuka masa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) untuk kuota tambahan.
Direktur Pelayanan Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab menyatakan, pihaknya masih menunggu penerbitan keppres biaya haji yang baru. Seperti diketahui, Indonesia mendapatkan 8.000 tambahan kuota haji. Dari jumlah tersebut, sebagian besar diisi kuota cadangan yang melunasi bipih. Sisanya, sekitar seribu lebih kursi bakal disebar ke seluruh provinsi secara proporsional. (eko/wan/c9/fal/jpg) Editor : Novitri Selvia