Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Peserta Pasang Alat Bantu di Telinga, Diambil di Klinik THT

jpg • Rabu, 22 April 2026 | 10:07 WIB
Pengawas UTBK di Universitas Negeri Padang memeriksa kelengkapan identitas salah seorang peserta pada hari pertama ujian, kemarin. Tahun ini UNP menampung sebanyak 18.367 peserta yang akan mengikuti ujian selama enam hari 21-26 April 2026 pelaksanaan dengan total 12 sesi. (DOK HUMAS UNP)
Pengawas UTBK di Universitas Negeri Padang memeriksa kelengkapan identitas salah seorang peserta pada hari pertama ujian, kemarin. Tahun ini UNP menampung sebanyak 18.367 peserta yang akan mengikuti ujian selama enam hari 21-26 April 2026 pelaksanaan dengan total 12 sesi. (DOK HUMAS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM - Dari pendeteksi metal, seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang, Jawa Tengah, diketahui menggunakan alat bantu dengar. Namun, saking kecilnya alat tersebut, panitia tidak berani mengambilnya.

Mengutip Radar Semarang Grup Jawa Pos (grup Padang Ekspres), peserta perempuan tersebut lalu dibawa ke klinik THT rumah sakit. “Diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan,” jelas Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Heru Susanto, kemarin (21/4).

Heru menyebut, penemuan itu terjadi sebelum ujian dimulai. Bahkan, peserta yang mendaftar di Fakultas Kedokteran Undip tersebut belum masuk ruangan.

Alat tersebut terdeteksi metal detector. “Karena kebetulan peserta ini perempuan, sesuai prosedur kami meminta teman-teman panitia perempuan untuk memeriksa. Dan, ternyata terkonfirmasi di dalam pakaiannya ada metal, plus di dalam telinganya juga ada alat bantu dengar elektronik,” ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Heru, telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan. “Terkait dengan sanksi tentu menjadi kewenangan panitia pusat,” ujarnya.

Upaya melakukan kecurangan juga terungkap di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Majene. Panitia berhasil mengamankan dua peserta yang ketahuan membawa alat bantu komunikasi berupa telepon seluler dan headset yang disembunyikan di balik pakaian.

Plt Wakil Rektor 1 Prof Tasrif Surungan menyebut, kejadian tersebut ditemukan langsung oleh pengawas pada saat kedua peserta belum memasuki ruangan ujian. Kasus tersebut telah dilaporkan kepada panitia pusat.

“Karena ada indikasi bahwa pelaku kecurangan itu terlibat dalam sindikasi, ada sindikat di baliknya, kami pun merasa perlu untuk mengirim surat kepada kepolisian”, ujar Tasrif.

UNP Komit untuk Pendidikan Inklusif

Sementara itu, Universitas Negeri Padang menegaskan posisi sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumbar yang menyediakan layanan UTBK bagi peserta disabilitas. Ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif dengan memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus. Tahun ini terdapat tujuh peserta disabilitas yang terdiri dari empat tunanetra dan tiga tunarungu. Peserta tunarungu dijadwalkan mengikuti ujian pada 21 April sesi kedua, sementara peserta tunanetra akan mengikuti ujian pada Kamis, 23 April sesi kelima.

 

Selain itu UNP juga membuka lokasi ujian di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebanyak 145 peserta mengikuti UTBK di lokasi tersebut yang dilaksanakan selama dua hari dengan empat sesi. Kehadiran lokasi ujian di Mentawai diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah kepulauan.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNP, sekaligus Ketua UTBK UNP Refnaldi mengungkapkan, tahun ini UNP menampung sebanyak 18.367 peserta yang akan mengikuti ujian selama enam hari 21-26 April 2026 pelaksanaan dengan total 12 sesi.

“Setiap sesi ujian didukung oleh 1.560 unit komputer dengan tambahan dua perangkat cadangan di setiap laboratorium. Pelaksanaan ini turut melibatkan 69 teknisi, 119 panitia, serta pengawas yang berasal dari dosen, tenaga kependidikan, dan guru yang berpengalaman dalam pengelolaan laboratorium khususnya untuk lokasi ujian di Sekolah Pembangunan UNP dan Kabupaten Mentawai dengan total keseluruhan 835,” jelasnya dalam relis yang Padang Ekspres terima kemarin. (ifa/mkb/ttg/jpg/cip)

Editor : Adriyanto Syafril
#ujian #metal detector #utbk