PADEK.JAWAPOS.COM - MAARIF Institute berkolaborasi dengan ADA SaRanG Building (Yogyakarta), Komunitas Seni Talago Buni (Sumatera Barat), serta Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menyelenggarakan pagelaran naratif-musikal dan multimedia, Minggu (31/5). Ini untuk mengenang sekaligus merayakan warisan pemikiran sosok Guru Bangsa, almarhum Buya Ahmad Syafii Maarif dengan tajuk “Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau”.
Serangkaian acara kebudayaan telah disiapkan untuk memperingati bulan hari lahir beliau yang jatuh pada 31 Mei. Acara ini digelar pukul 20.00 WIB di Gedung Pertunjukan Hurijah Adam, Kampus ISI Padangpanjang.
“Seni dipilih sebagai medium karena kekuatannya dalam menyampaikan pesan mendalam secara universal,” sebut Direktur Eksekutif MAARIF Institute Andar Nubowo dalam relis yang Padang Ekspres terima kemarin.
Pagelaran ini dirancang dan disutradarai pimpinan Komunitas Seni Talago Buni Edy Utama. Menurut dia, seni tutur tradisional akan menjadi jembatan esensial dalam membumikan pemikiran besar sang Guru Bangsa, Buya Syafii.
“Acara ini dirancang untuk menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan yang kompleks menjadi tuturan budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” terangnya saat menjelaskan esensi dari konsep kaba (berita/cerita tradisional Minangkabau) yang diangkat.
Rangkaian acara peringatan ini akan diawali dengan sambutan dari Direktur Eksekutif MAARIF Institute Andar Nubowo dan dibuka Rektor ISI Padangpanjang, Febri Yulika. Salah satu agenda krusial dalam acara ini adalah sesi refleksi intelektual. Yakni “Membaca Ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif di ISI Padang Panjang”.
Materi tersebut diangkat dari Kuliah Umum sejarah yang pernah disampaikan Buya Syafii di kampus tersebut pada 16 Maret 2015. Ini akan dibaca kembali sebagai kuliah umum oleh Dede Pramayoza.
Sebagai puncak acara, penonton akan disuguhkan pagelaran utama “Bertutur Tentang Guru Bangsa” oleh Komunitas Talago Buni. Produksi seni multimedia ini didukung oleh deretan seniman dan praktisi lintas disiplin. Di lini artistik dan musik terdapat nama Edy Utama (artistic director), Muhammad Halim serta Susandra Jaya selaku music director sekaligus pemain. Panggung musik akan dihidupkan oleh musisi dan vokalis berbakat seperti Emri, Hasanawi, Febrianti, dan Anna Amelia Putri.
Sementara itu narasi kebangsaan akan disuarakan dua narator Andria C Tamsin dan Dede Primayoza. Kelancaran produksi di balik layar dikomandoi Akbar Nicholas sebagai manajer pelaksana dan Harista Wijaya di bagian videografi. Acara yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan nasionalisme ini terbuka untuk umum. Masyarakat, mahasiswa, hingga para pencinta pemikiran Buya Syafii Maarif diundang hadir untuk merefleksikan kembali cita-cita kemanusiaan dan kebangsaan yang selalu disuarakan sang Guru Bangsa semasa hidupnya. (rel/cip)
Editor : Adriyanto Syafril