Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai, Warga Israel Tuntut Netanyahu Mundur

jpg • Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB
Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu

PADEK.JAWAPOS.COM -- Tekanan politik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kian menguat se­telah mayoritas warga Israel me­nginginkan dirinya meninggalkan dunia politik. Sentimen itu menguat menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai lebih menguntungkan Teheran dan merugikan kepentingan Israel.

Survei yang dirilis Channel 12 Israel menunjukkan sebanyak 59 persen respon­den menginginkan Netanyahu pensiun dari dunia po­litik dan tidak lagi mencalonkan diri dalam jabatan publik.

Jajak pendapat yang sama juga mencatat 67 persen warga Israel menilai perjanjian yang baru disepakati Washington dan Teheran me­­rupakan kesepakatan yang buruk bagi Israel.

Penurunan dukungan ter­­hadap Netanyahu terjadi di tengah kekecewaan publik atas hasil perang yang melibatkan Israel, Iran, dan Hiz­bullah di Lebanon. Survei terpisah yang dilakukan Universitas Ibrani bersama Agam Labs menunjukkan 92 persen warga Israel meyakini Iran justru keluar sebagai pihak yang diuntungkan da­lam konflik tersebut.

Selain itu, 82,9 persen responden menilai operasi militer terhadap Iran telah melemahkan keamanan jangka panjang Israel, sedangkan 86 persen memberikan peni­laian negatif terhadap hasil perang secara keseluruhan.

Kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu juga terus merosot. Sebanyak 72,5 persen res­pon­den mengaku tidak mem­­percayai klaim Netanyahu bahwa Israel telah mencapai kemajuan signifikan dan berhasil menghilangkan ancaman eksistensial terhadap negara tersebut. Sebanyak 87,8 persen respon­den bahkan menilai target militer pemerintah gagal tercapai atau hanya berhasil sebagian.

Di tengah merosotnya popularitas Netanyahu, Men­­teri Ekonomi Israel Nir Barkat muncul sebagai kandidat terkuat untuk me­mim­pin Partai Likud dengan du­kungan 18 persen. Ia disusul Wakil Perdana Menteri Yariv Levin dan Menteri Keamanan Israel Katz.

Peneliti Agam Labs, Nimrod Nir, mengatakan perubahan opini publik berlangsung sangat cepat sejak perang pecah. Menurutnya, da­lam waktu sekitar tiga bulan, optimisme masyarakat be­rubah menjadi pesimisme dan kekecewaan terhadap hasil perang.

“Kini tingkat popularitas Netanyahu berada pada titik terendah. Perang ini telah merusak peluangnya memenangkan pemilu mendatang dan meningkatkan ke­khawatiran publik terhadap arah kebijakan pemerintah,” ujar Nir. (lyn/gas/jpg)

Editor : Adriyanto Syafril
#Politik Israel #Survei Channel 12 #PM Israel Mundur #Krisis Kepemimpinan Israel #benjamin netanyahu