PADEK.JAWAPOS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin menyambut baik instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penurunan bunga pembiayaan program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar menjadi maksimal 9 persen.
Menurut Sultan, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya bagi kelompok usaha ultra mikro yang dijalankan kaum perempuan di daerah.
Melalui keterangan resminya pada Jumat (15/5), Sultan meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia agar tidak hanya menyambut kebijakan tersebut secara administratif, tetapi juga aktif melakukan pendampingan terhadap kelompok usaha ibu-ibu di desa, terutama kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
“Pemerintah daerah perlu menindaklanjuti keputusan Presiden tersebut dengan menyiapkan ekosistem kelompok usaha dan unit bisnis ultra mikro di setiap desa. Tentunya dengan memaksimalkan kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK),” ujar Sultan.
Mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu menilai, keputusan Presiden Prabowo meminta penurunan bunga pembiayaan PNM menjadi bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap pelaku usaha kecil dan masyarakat akar rumput.
Sebagai wakil daerah di tingkat nasional, Sultan mengaku mengapresiasi langkah Presiden yang dinilai memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi kelompok usaha ultra mikro, terutama usaha kreatif milik perempuan di pedesaan.
“Keputusan Presiden tersebut merupakan wujud keberpihakan politik ekonomi kerakyatan dan perhatian negara terhadap produktivitas industri kreatif milik kelompok usaha ibu-ibu di daerah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keberadaan kelompok usaha ultra mikro memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat desa.
Karena itu, menurut Sultan, dukungan pembiayaan yang lebih ringan harus diiringi dengan pendampingan, pelatihan, serta penguatan kelembagaan usaha agar program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Sultan mengatakan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai lembaga keuangan mikro milik negara memiliki pengalaman panjang dalam mendukung pembiayaan usaha mikro hingga menengah di berbagai daerah di Indonesia.
Ia berharap program pembiayaan tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi desa yang sedang dijalankan pemerintah, termasuk program Koperasi Desa Merah Putih.
“Kita ingin program pembiayaan ini dapat direalisasikan secara terintegrasi dengan program Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Sultan juga menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan akan menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem usaha mikro yang sehat dan produktif
Dengan adanya pembiayaan berbunga rendah, ia berharap pelaku usaha ultra mikro, khususnya kaum ibu di desa, dapat lebih berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program PNM Mekaar diturunkan hingga di bawah 9 persenInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan sebesar Rp10,2 triliun oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5).
Kebijakan itu dinilai menjadi angin segar bagi jutaan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia yang selama ini mengandalkan pembiayaan PNM Mekaar untuk mengembangkan usaha mereka. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril