Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Puluhan KK Radius 4,5 Km Mengungsi: Data Jalur dan Titik Kumpul, Distribusikan Bantuan

Novitri Selvia • Jumat, 12 Januari 2024 | 10:28 WIB
JALUR EVAKUASI: Ruas Jalan Jorong Batang Silasiah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam yang juga merupakan jalur evakuasi warga.(RIAN AFDOL/PADEK)
JALUR EVAKUASI: Ruas Jalan Jorong Batang Silasiah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam yang juga merupakan jalur evakuasi warga.(RIAN AFDOL/PADEK)
Puluhan kepala keluarga (KK) di Kabupaten Agam dan Tanahdatar telah diungsikan ke luar radius 4,5 kilometer dari kawah Gunung Marapi. Ini menyusul status level III (Siaga) yang ditetapkan terhadap gunung berapi aktif itu sejak Selasa (9/1) lalu.

Di Kabupaten Agam, terdapat 20 KK yang diungsikan kemarin. Mereka warga Jorong Batangsilasiah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang. “Di sana terdapat 24 rumah dengan 77 penduduk,” ujar Wali Nagari Bukik Batabuah Firdaus, kepada Padang Ekspres, Kamis (11/1).

Puluhan warga tersebut diungsikan ke rumah kerabat yang berada di luar radius 4,5 kilometer. Lebih jauh dia menyampaikan, perangkat jorong, kecamatan, BPBD, PMI, TNI, dan Polri mencoba menyusun data yang lebih detail.

“Dari data jumlah penduduk yang telah kita miliki akan kita rinci sampai jumlah lansia, balita, siswa dan masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus. Selain itu kita melakukan pendataan terhadap ternak,” tambahnya.

Untuk mitigasi bencana, pihak pemerintah nagari telah melakukan penetapan jalur dan titik kumpul. Baik bagi masyarakat Bukik Batabuah secara keseluruhan atau masyarakat yang ada di radius 4.5 kilometer dari kawah Marapi. “Kita sudah memperbaharui penunjuk arah untuk evakuasi,” ucapnya.

Secara keseluruhan ada tiga jalur dan tiga titik kumpul di Nagari tersebut. Untuk jalur pertama titik kumpul berada di SD Simpang Bukik. Kemudian untuk jalur kedua titik evakuasi berada di Gedung Serba Guna Nagari Bukik Batabuah, dan jalur ketiga titik kumpul di Masjid Attaqwa.

“Untuk akomodasi atau logistik kita masih menunggu hasil rapat koordinasi pemkab dan Pemprov dalam menyikapi hal ini,” tambahnya.

Firdaus mengatakan, jika terjadi erupsi yang lebih besar maka pemerintah nagari telah menentukan titik evakuasi di Biaro dan Tanjungalam. “ini telah kita koordinasikan dengan berbagai pihak,” ucapnya.

Kemudian untuk potensi lahar dingin, terdapat dua aliran sungai di Nagari Bukik Batabuah. Masyarakat pun diminta untuk mewaspadai potensi bahaya. Sedangkan potensi abu vulkanik, pihak nagari telah memberikan masker kepada sekitar 11.000 penduduk.

“Setiap warga kita bagikan lima buah masker kain. Dan kita masih memiliki stok yang siap dibagikan kepada warga. Saat ini kita juga menunggu rekomendasi dari dinas Kesehatan, baik kabupaten atau provinsi, terkait bagaimana idealnya menanggapi abu vulkanik ini,” terangnya.

Terima Bantuan

Sehari sebulumnya, sekitar 24 KK di Jorong Koto, Nagari Kotobaru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar mengungsi ke tempat yang lebih dirasa aman dari erupsi Gunung Api Marapi.

Puluhan KK ini terdiri dari 68 jiwa dengan jumlah perempuan sebanyak 30 orang, laki-laki 20 orang dan 18 anak-anak. Mereka saat ini menempati Mushalla Al-Ikhlas di Nagari Kotobaru, Kecamatan X Koto.

Untuk membantu para pengungsi itu, Pemkab Tanahdatar telah menyalurkan bantuan tanggap darurat. Yakni berupa bahan pokok seperti beras, minyak, telur, mie dan sebagainya. Bantuan diserahkan Kepala Dinas Sosial dan PPPA Tanahdatar Afrizon, kemarin.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu untuk saat ini. Selanjutnya insya Allah kita akan menyiapkan dapur umum yang nanti bahan-bahannya dari pemerintah,” ujar Afrizon.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan pesan bupati Tanahdatar kepada masyarakat setempat terkait kesiapsiagaan menghadapi erupsi Marapi.

“Pertama jangan kalut, tetap tenang. Pemerintah tetap bersama dengan bapak/ibu, kami sudah rapat sudah menyiapkan segala sesuatunya,” katanya.

Selain itu, sebut Afrizon, jangan termakan isu atau hoaks. Percayakan informasi kepada pemerintah daerah. “Kemudian, tetap waspada karena alam tidak bisa kita prediksi. Meski demikian kita bisa mempelajari tanda-tanda alam. Terakhir, jangan lupa berdoa,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Camat X Koto Mukhlis menjelaskan, akibat erupsi yang terjadi lokasi rumah warga sudah tidak nyaman. Sebab itu masyarakat berinisiatif untuk mengungsi.

Sembari mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, dia juga memperbolehkan Masyarakat melakukan aktivitas seperti biasa. Namun harus tetap waspada.

“Kami silahkan, lakukan aktivitas sebagaimana biasa, tapi tetap waspada. Jangan cemas, radius di sini masuk yang cukup jauh, tapi kaum ibu dan anak-anak tetap banyak aktivitas di sini. Bapak-bapak silahkan beraktivitas dengan waspada turuti imbauan dari pemerintah nagari, ketua untuk koordinasi dengan pemerintah. Mudah-mudahan level ini turun jangan berlanjut jadi Awas,” harapnya.

Bantuan logistik berupa masker dan sabun cair juga datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan sabun cair sebanyak 500 koli dan masker sebanyak 200.000 pcs itu diserahkan langsung oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto didampingi Kasubdit Pemulihan Sarana Yustam Syahri di Graha BNPB, Kamis (11/1). (r/stg) Editor : Novitri Selvia
#Dinas Sosial dan PPPA Tanahdatar #mengungsi #Pemkab Tanahdatar #Afrizon #Kecamatan Canduang #Jorong Batangsilasiah #erupsi #gunung marapi meletus #Nagari Bukik Batabuah