Begitulah hasil dari Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara KPU Kabupaten Dharmasraya beberapa waktu lalu. Perolehan kursi dari dua partai pengusung calon presiden nomor urut 01 Anies Basewedan-Huhaimin Iskandar, Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga ikut turun.
Nasdem yang sebelumnya memiliki tiga kursi kini hanya dapat satu. PKS juga hanya dapat satu setelah periode lalu memiliki dua kursi.
Namun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan nasib yang berbeda. Pada pemilu kali ini, mereka menjadi partai yang mendapat kursi dengan kenaikan paling signifikan.
Dari sebelumnya hanya 1 kursi, PKB kini mendapat empat kursi. Bertambahnya kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dharmasraya juga dialami Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra. Masing-masing satu kursi. PAN menjadi sebanyak lima kursi dan Gerindra empat kursi.
Sementara itu, Golkar, Demokrat, dan Hanura bertahan dengan jumlah kursi yang sama. Golkar dengan lima kursi, Demokrat dua kursi, dan Hanura 1 kursi. Sedangkan satu kursi lainnnya didapatkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pada periode 2019-2024 absen mengirimkan perwakilannya.
Yang juga menarik dari hasil ini adalah 30 kursi yang tersedia di DPRD Dharmasyara, pada periode 2024-2029 mendatang akan didominasi wajah baru. Sebab, hanya enam petahan yang mampu bertahan.
Hal itu diungkapkan Ketua KPU Dharmasraya France Putra, baru-baru ini. Sesuai dengan data perolehan suara, tiga incumbent berasal dari PAN, yakni Ade Sudarman, Yulindo Sari Muhktar dan Raden Awaludin. Selanjutnya dari Golkar ada Amrizal dan Sasmi Erli, serta Rosandi Sanjaya Putra dari Gerindra.
Golkar Berpeluang jadi Ketua
Wajah baru juga akan mewarnai DPRD Kabupaten Sijunjung. Itu setelah Golkar mampu meraup suara terbanyak pada pesta demokrasi tahun ini. Yakni dengan raihan 28.000 suara. Alhasil, partai berlambang beringin ini berhak mengantongi enam tiket untuk menduduki kursi parlemen periode 2024-2029.
Dengan demikian, otomatis posisi Ketua DPRD Sijunjung periode mendatang bakal kembali jatuh ke tangan Golkar. Pada periode sebelumnya dipegang Gerindra. Namun kini jumlah raihan partai yang diketuai Prabowo Subianto itu bergeser ke posisi tiga dengan total 13.876 suara.
Ketua DPD Partai Golkar Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menuturkan, semua Caleg terpilih Golkar adalah kader terbaik. Soal siapa figur yang akan diberikan amanah memegang tiket pimpinan dewan, ada beberapa kriteria penilaian.
Namun demikian, bupati Sijunjung itu menegaskan, untuk hasil akhir ditentukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, dan DPD Sijunjung harus menerimanya.
“Pada prinsipnya kami beryukur atas tingginya perolehan suara Golkar. Serta berterima kasih pada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan pada kader terbaik Golkar,” ucapnya.
Bahan Evaluasi
Selain di Dharmasraya, bertumbangannya para caleg petahan juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Tak terkecuali di Kota Padang.
Pengamat politik Arifki Chaniago mengatakan hal tersebut bukti bahwa pertahana kurang bekerja. “Saya punya beberapa refrensi bahkan di tingkat Sumbar,” katanya.
Salah satunya, bebera dia, caleg dari partai pendukung calon presiden (capres) nomor urut 03 yang tetap terpilih meski suara capresnya kalah. Ini menjadi bukti bahwa memang ia bekerja sebagai anggota dewan.
Beberapa orang masyarakat memilih berdasarkan partainya tapi masyarakat di Padang masih mempertimbangkan kinerja seorang anggota dewan. “Jika ia sudah terpilih dan kinerjanya sangat bagus maka ia pasti akan kembali terpilih di periode selanjutnya,” ujarnya.
Arifki mengatakan, meski saat ini isu politik uang dan segala macamnya berhembus, namun caleg pertahana yang memiliki kinerja yang baik pasti akan kembali dipilih oleh masyarakat.
“Jika selama menjabat ia bekerja dengan benar, meski masyarakat sekalipun terkena politik uang mereka juga pasti akan memilih caleg yang kerjanya dapat mereka rasakan,” ucapnya.
Sebab itu, tekannya, momen pemilu tahun ini harus menjadi pelajaran bagi caleg yang berhasil duduk saat ini. “Jangan jadikan momen ini untuk memperkaya diri pribadi. Namun ini adalah momen pengabdian,” sebutnya.
Saat ini, sambungnya, masyarakat memantau dan mereka sekarang sudah tahu berbagai jenis dana yang dikelola oleh anggota dewan. Sehingga jangan sampai tidak turun dan aktif di masyarakat. (ita/atn/y)
Editor : Novitri Selvia