Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rizal Tailor Pantang Menyerah Kuliahkan Lima Orang Anak ke Perguruan Tinggi

Hendra Efison • Kamis, 2 November 2023 | 21:27 WIB
Photo
Photo
PADEK.CO—Pantang menyerah atau konsisten, jadi kunci keberhasilan Rizal, warga Bandar Buat, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang. Di usianya yang ke 20 tahun saat itu, ia memulai usaha menjahit, usai merantau ke Jambi dan Jakarta.

Rizal Tailor, nama yang disematkannya pada usaha jahit baju yang dimulai sejak tahun 1974 dan masih eksis hingga saat ini. Konsistensi dalam bekerja dan kecakapan menjahit membuat usaha jahit ini bertahan bertahun-tahun.

Keterampilan menjahit ia pelajari saat bekerja di rantau orang. Mungkin bagi dirinya tidak akan terpikirkan untuk menjadi seorang penjahit. Namun, saat itu Rizal berpikir bahwa setiap pengalaman yang ia lalui memiliki makna dan manfaat di kehidupannya nanti.

Di perantauan ia belajar dan mematangkan kemampuannya menjahit pakaian. Rizal akhirnya diakui dan memiliki banyak relasi. Sampailah Rizal pada pemikiran; cukup ilmu dan pengalaman saatnya membuka usaha sendiri. Dan Rizal memilih memulainya di kampung halamannya, Ranah Minang.

Berbekal peralatan seadanya, dua unit mesin jahit, dukungan orangtuanya, ia membuka usaha Rizal Tailor di kawasan Pasar Bandar Buat yang berada di Jalan Raya Padang-Solok.

Layaknya usaha pada umumnya, tidak selamanya apa yang Rizal kerjakan berjalan sesuai harapannya. Di mana tak hanya saingan yang menjadi tantangan. Di awal memulai usaha, ia merasakan sepinya pelanggan yang mampir ke tempat jahitnya.

Ia paham, pada masa itu pasar hanya ramai pada momentum akhir pekan di mana layaknya hari balai pada akhir pekan masyarakat ramai beraktivitas di pasar dan naik turun pelanggan menjadi hal yang lumrah bagi dirinya.

Namun ia meyakini; “Allah itu akan memberikan rezeki bagi orang yang berusaha”.

Meski begitu, ia mengakui sebagai manusia ia juga sempat berada di titik terendahnya. Kondisi yang cukup berat saat itu menggoyahkan hati Rizal. Ia sempat berkeinginan kembali merantau.

“Sempat tebersit ingin kembali merantau namun mendapat penolakan dari keluarga, mereka mengatakan lebih baik melanjutkan usaha yang sudah ada daripada harus kembali merantau ke tanah seberang,” ucap Rizal pada wartawan Padang Ekspres, Rabu (1/11/2023).

Sampailah di suatu saat ia mendapatkan tawaran dari saudaranya untuk menjahit baju karyawan PT Igasar (PT Semen Padang Group) tentu dengan sangat senang hati ia menerima tawaran tersebut.  Ibarat kata, air hujan di padang gurun.

Tidak hanya berkah bagi dirinya, Rizal mengaku usai mendapatkan orderan tersebut bahkan anggotanya pun juga bertambah signifikan demi memenuhi kebutuhan dan pesanan dari PT Igasar.

Seiring berjalannya waktu, usaha jahit Rizal terus berkembang dengan bertambahnya jumlah pesanan dari berbagai pihak. Pada 1991 Rizal Tailor menjadi salah satu industri kecil penerima bantuan program Bapak Angkat Industri Kecil (BAIK) dari PT Semen Padang. Rizal menerima pinjaman lunak Rp3,5 juta.

Modal itu digunakannya untuk menunjang produksi. Menambah bahan baku kain dan benang. Memperbaiki mesin yang rusak dan upah pekerja. Rizal mengaku cukup terbantu dengan pinjaman tersebut. Usahanya mulai berkembang dan makin kokoh. Secara berangsur jumlah pesanan jahitan makin bertambah.

Usaha lancar, Rizal bisa melunasi pinjaman tersebut dalam waktu dua tahun. Setelah pinjaman lunas, Rizal kemudian mendapatkan pinjaman yang jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu dari PT Semen Padang.

Puncaknya pada 2004 usaha menjahit Rizal Tailor menerima bantuan pinjaman sebesar Rp50 juta dari dana CSR PT Semen Padang. Investasi sebesar itu digunakan dengan bijak oleh Rizal. Dia menambah jumlah mesin, membeli bahan baku yang cukup. Dia membeli cukup banyak stok bahan kain Oxford dan Taipan yang lazim digunakan untuk bahan baju dinas.

Suntikan dana ini juga membuat Rizal memindahkan tempat usahanya. Sebelumnya berada di dalam Pasar Bandar Buat, ia pindah ke lokasi baru di Jalan Sungai Balang-Bandar Buat, salah satu jalan utama menuju Pasar Bandar Buat.

Tak Lulus SMP Tapi Antarkan Anak Jadi Sarjana

Kisah menarik dari Rizal tak hanya sekadar persoalan bagaimana ia mulai menjahit dan bertahan hingga saat ini, namun ia juga berhasil menguliahkan anaknya hingga sarjana meski ia sendiri tak lulus dari bangku SMP.

Ia mengatakan kondisi kehidupan yang cukup keras di masa lampau membuatnya tak bisa melanjutkan sekolah. Namun demikian, ia tetap  bertekad agar anak-anaknya kelak mendapatkan pendidikan yang lebih layak dari dirinya.

Dari usahanya  tersebut ia berhasil mengkuliahkan kelima anaknya hingga berhasil menempuh titel sarjana. Bagi Rizal pendidikan menjadi salah satu kunci dari kesuksesan hidup yang meski ia tak bisa raih semasa mudanya namun anak-anaknya dapat merasakan fasilitas pendidikan tinggi.

“Kita hidup bagaimanapun untuk anak, saya tidak memikirkan apapun terkait hal tersebut yang terpenting mereka mendapatkan pendidikan. Saya terus berjuang agar dapat memberikan mereka pendidikan yang layak dan Alhamdulillah mereka semua berhasil meraih titel sarjana,” ungkapnya.

Demikian apa yang ia rasakan dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang penjahit akan terus terpatri di hatinya hingga akhir hayat. Rizal dan usaha jahitnya menjadi salah satu contoh perjuangan serta usaha tidak mengkhianati hasil. Tentunya hal tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat agar selalu dan terus berjuang hingga berbuah manis.(y) Editor : Hendra Efison
#sarjana #Rizal Tailor #Pantang Menyerah #lubukkilangan #perguruan tinggi #Kuliahkan Lima Anak #Sungai Balang Bandar Buat