Data dari Investing menunjukkan, harga emas spot mencapai USD4.525,16/oz di awal perdagangan, sementara kontrak emas berjangka Februari naik 0,3% menjadi USD4.520,90/oz. Lonjakan harga ini didorong oleh permintaan global terhadap aset yang dianggap penyimpan nilai amid ketegangan geopolitik.
Ketegangan terbaru antara AS dan Venezuela memicu kekhawatiran pasar terkait stabilitas regional dan pasokan global. Tindakan Washington terhadap pengiriman minyak Venezuela dan respons Caracas membuat investor mengalihkan investasi ke logam mulia.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Fed menjadi pemicu utama kenaikan emas. Meski data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan 4,3% secara tahunan pada kuartal ketiga 2025, investor fokus pada proyeksi suku bunga jangka panjang yang lebih rendah, sehingga meningkatkan daya tarik emas dibanding obligasi atau kas.
Kondisi perdagangan relatif sepi menjelang Natal. Pasar AS tutup lebih awal pada Rabu untuk Christmas Eve dan libur penuh Kamis, sementara aktivitas di Eropa dan Asia menurun. Para trader memperingatkan likuiditas rendah dapat memperbesar fluktuasi harga, memicu pergerakan tajam.
Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada emas. Spot perak naik lebih dari 1% ke rekor USD72,7/oz, platinum melonjak hampir 4% menjadi USD2.377,5/oz, bertahan di level tertinggi lebih dari 17 tahun. Di sektor logam industri, kontrak tembaga acuan di London Metal Exchange naik 0,4% ke rekor USD12.095,25 per ton, sedangkan kontrak tembaga AS naik 0,2% menjadi USD5,57 per pon.
Kenaikan logam mulia dan industri ini mencerminkan dorongan investor untuk mencari aset yang stabil dan lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi perubahan kebijakan moneter global.(*)
Editor : Heri Sugiarto