Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Enam Bulan Diluncurkan, Fitur Anti-Scam Indosat Deteksi 2 Miliar Ancaman Digital

Hendra Efison • Senin, 9 Februari 2026 | 14:12 WIB

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat berbasis kecerdasan artifisial (AI), melindungi pelanggan dari penipuan digital. President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (kanan).
Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat berbasis kecerdasan artifisial (AI), melindungi pelanggan dari penipuan digital. President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha (kanan).
PADEK.JAWAPOS.COM—Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berhasil mendeteksi lebih dari dua miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam dalam enam bulan sejak diluncurkan.

Sistem berbasis kecerdasan artifisial tersebut dikembangkan bersama mitra teknologi strategis Tanla melalui platform Wisely AI, dan secara konsisten melindungi seluruh pelanggan Indosat dari potensi penipuan digital.

Penguatan fitur ini dilakukan di tengah meningkatnya peran ponsel sebagai sarana utama komunikasi, transaksi, dan aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia.

Indosat menyatakan bahwa perlindungan ruang digital kini menjadi kebutuhan mendasar, seiring maraknya kejahatan digital yang memanfaatkan celah komunikasi berbasis seluler.

Ancaman Didominasi OTP, Phishing, dan Undian Palsu

Data internal Indosat menunjukkan sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan one-time password (OTP), phishing, serta undian palsu yang disebarkan melalui SMS dan panggilan suara.

Aktivitas mencurigakan tercatat meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.

Sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk meningkatkan perlindungan, serta mencatatkan lebih dari 124.000 nomor yang teridentifikasi digunakan untuk aksi penipuan.

Fitur ini tidak hanya memblokir ancaman, tetapi juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan kejahatan digital secara kolektif.

Cegah Kerugian hingga US$500 Juta, Akurasi Sistem Capai 99%

Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, serta penyalahgunaan data pribadi.

Manfaat perlindungan dirasakan signifikan oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang lebih tinggi, sekaligus mencegah potensi kerugian finansial hingga US$500 juta.

Lebih dari 95 persen pelanggan menyatakan merasa lebih terlindungi setelah menggunakan fitur ini.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria mengapresiasi langkah Indosat dalam memerangi scam dan spam, serta mendorong pelaku industri lain mengadopsi pemanfaatan AI untuk perlindungan konsumen.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menyatakan penguatan fitur ini merupakan komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan nyata pelanggan melalui perlindungan yang proaktif dan adaptif.

Sebagai mitra strategis, Tanla mengembangkan sistem deteksi berbasis AI dengan tingkat akurasi hingga 99 persen yang terus disempurnakan melalui pembelajaran data berkelanjutan.

Founder Chairman & CEO Tanla Platforms Uday Reddy menegaskan kolaborasi ini bertujuan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi perlindungan masyarakat Indonesia. (*)

Editor : Hendra Efison
#Keamanan pelanggan Indosat #Perlindungan digital AI #Fitur Anti Scam Indosat #Spam dan scam Indonesia #Wisely AI Tanla