Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harvard Jual 21% Bitcoin ETF dan Tambah Ethereum US$87 Juta, Strategi Kripto Kampus Elite Ini Terungkap ke SEC

Hendra Efison • Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00 WIB

Harvard jual 21% Bitcoin ETF dan tambah Ethereum US juta, total eksposur kripto tetap di atas US0 juta. (Ilustrasi AI)
Harvard jual 21% Bitcoin ETF dan tambah Ethereum US juta, total eksposur kripto tetap di atas US0 juta. (Ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM—Harvard University mengubah komposisi investasi kriptonya dengan menjual sebagian kepemilikan Bitcoin ETF dan menambah posisi di Ethereum, berdasarkan dokumen pengajuan ke Securities and Exchange Commission (SEC) yang dirilis Jumat (13/2/2026).

Universitas Ivy League tersebut membeli sekitar US$87 juta di BlackRock iShares Ethereum Trust (ETHA), sekaligus melepas sekitar 21% kepemilikan di iShares Bitcoin Trust (IBIT).

Nilai penjualan IBIT diperkirakan mencapai sekitar US$72 juta berdasarkan harga penutupan akhir tahun sebesar US$49,65 per saham, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengajuan resmi.

Langkah ini terjadi ketika pasar kripto masih berada dalam tekanan panjang, dengan Bitcoin tercatat turun sekitar 47% dari rekor tertinggi Oktober dan kini diperdagangkan di kisaran US$67.000.

Ethereum mengalami koreksi lebih dalam, yakni turun sekitar 58% ke level sekitar US$1.975 dalam periode yang sama.

Meski menjual sebagian Bitcoin ETF, Harvard tidak keluar dari aset digital karena total eksposur universitas terhadap crypto ETF masih melebihi US$350 juta.

Nilai tersebut menjadikan Harvard sebagai salah satu institusi pendidikan dengan kepemilikan kripto signifikan, meski tetap kecil dibanding total dana abadi universitas yang mencapai sekitar US$57 miliar.

Dengan demikian, alokasi kripto Harvard masih berada di bawah 1% dari keseluruhan endowment yang dikelolanya.

Saat Bitcoin berada di puncak harga, nilai kepemilikan Harvard sempat mendekati setengah miliar dolar, namun seiring koreksi harga dan pengurangan posisi, nilainya kini menyusut hampir separuhnya.

Analis Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menilai transaksi ini sebagai sinyal positif bagi industri ETF kripto.

Menurutnya, kemampuan penerbit ETF menjual produk kepada institusi besar seperti Harvard menunjukkan minat institusional tetap ada meski pasar mengalami tekanan tajam.

“Ini menjadi pertanda baik bagi penerbit ETF jika mampu menjual ke Harvard, dan bahkan lebih baik lagi jika Harvard tetap bertahan di tengah tekanan pasar yang dalam,” katanya dikutip dari Fortune.

Penyesuaian ini dinilai lebih mencerminkan rotasi atau pengaturan ulang portofolio ketimbang aksi keluar dari pasar, mengingat Bitcoin selama ini diposisikan sebagai aset lindung nilai digital sementara Ethereum menawarkan eksposur pada ekosistem smart contract dan infrastruktur blockchain.

Dikutip dari indodax.com pada Jumat (20/2/2026), ternyata Harvard bukan satu-satunya institusi pendidikan yang berinvestasi di ETF kripto karena Dartmouth, Brown, dan Emory telah mengungkap kepemilikan di Bitcoin maupun Ethereum ETF dalam laporan regulasi mereka.

Dengan total investasi kripto yang masih melampaui US$350 juta, perubahan komposisi dari Bitcoin ke Ethereum menunjukkan pendekatan alokasi yang lebih selektif, dengan fokus pada pengelolaan risiko dan diversifikasi di tengah volatilitas pasar. (*)

Editor : Hendra Efison
#investasi kripto endowment #Ethereum ETF ETHA #Harvard University #Bitcoin ETF IBIT