Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Menguat, Harga Minyak Turun di Tengah Fokus Pasar Pantau Konflik AS-Israel-Iran

Heri Sugiarto • Selasa, 10 Maret 2026 | 09:51 WIB

Pemandangan kontras yang tajam di pasar komoditas hari ini: harga emas melonjak lebih dari 2%, sementara minyak mentah WTI anjlok lebih dari 4%.(Foto ilustrasi AI)
Pemandangan kontras yang tajam di pasar komoditas hari ini: harga emas melonjak lebih dari 2%, sementara minyak mentah WTI anjlok lebih dari 4%.(Foto ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas menguat di perdagangan Asia pada Selasa (10/3/2026), setelah mengalami fluktuasi tajam sebelumnya, seiring fokus pasar tetap tertuju pada kemungkinan meredanya konflik AS-Israel dan Iran serta potensi gangguan pasokan minyak.

Emas batangan naik, setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir, dan Washington mempertimbangkan langkah untuk meredam kenaikan harga minyak.

Spot gold naik 0,9% menjadi $5.180,95 per ons pada pukul 08:58 WIB, sementara kontrak berjangka emas naik 1,7% menjadi $5.190,86 per ons. Pada perdagangan Senin, harga spot emas naik tipis setelah sebelumnya mengalami fluktuasi tajam.

Menanggapi pernyataan Trump, Iran menyatakan pihaknya akan menentukan sendiri kapan perang berakhir.

Meski mengalami kenaikan pekan ini, harga emas tetap berada dalam kisaran $5.000–$5.200 per ons, rentang perdagangan yang telah berlangsung selama seminggu terakhir, karena pedagang mencerna ketidakpastian ekonomi global.

Analis ANZ dikutip Investing mencatat, reli emas tahun ini sempat tertahan oleh aksi ambil untung, karena investor juga mencari likuiditas di tengah penurunan tajam pasar saham global.

Logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan pada Selasa ini, dengan spot perak naik hampir 6% menjadi $89,1915 per ons, dan spot platinum naik 0,7% menjadi $2.201,48 per ons.

Sementara itu, di sektor logam industri, kontrak tembaga LME naik 1,3% menjadi $13.095,30 per ton.

Di pasar energi, harga minyak dunia turun pada Selasa ini setelah sebelumnya mencapai level tertinggi lebih dari tiga tahun.

Dikutip dari Reuters, Brent futures turun $6,51 (6,6%) menjadi $92,45 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun $6,12 (6,5%) menjadi $88,65 per barel pada 00:18 GMT.

Harga minyak sempat menembus $100 per barel pada Senin, dengan Brent mencapai $119,50 dan WTI $119,48, level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Lonjakan ini dipicu oleh pengurangan pasokan dari Arab Saudi dan produsen lain di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.

Harga minyak kemudian turun setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengadakan pembicaraan telepon dengan Trump dan membagikan proposal untuk penyelesaian cepat konflik Iran, menurut seorang pejabat Kremlin, sehingga kekhawatiran tentang gangguan pasokan yang berkepanjangan mereda.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pasar asia #donald trump #harga logam mulia #harga minyak dunia #Pasokan Global #Konflik AS Israel vs Iran #harga emas hari ini