Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melirik Kinerja PT BPR LPN Panampuang: Dari Minus Menjadi Plus Rp416 Juta

Two Efly • Kamis, 12 Maret 2026 | 05:55 WIB

Dari kiri: Hj Sepnina Mazni SH (Komisaris), H Sudirman (Komut), Besriadi (Dirut), Elfi Mulfita SH (Direktur).
Dari kiri: Hj Sepnina Mazni SH (Komisaris), H Sudirman (Komut), Besriadi (Dirut), Elfi Mulfita SH (Direktur).
Lakukan ekspansi kredit, lepas sebagian dana, dan maksimalkan penagihan. Itulah langkah yang dilakukan manajemen PT BPR LPN Panampuang pada tahun 2025.

Kerja cerdas manajemen ini akhirnya membuahkan hasil positif. Jika pada tahun 2024 laba masih dalam posisi minus, maka pada tahun 2025 laba perseroan langsung melejit dan membukukan laba bersih sebesar Rp416 juta.

Laporan: Two Efly, Panampuang

Menarik sekali menelisik kinerja PT BPR LPN Panampuang pada tahun buku 2025. Kerja keras dan kerja cerdas tim dalam membalikkan kinerja usaha pada tahun 2024 membuahkan hasil maksimal.

Walaupun aset relatif konstan, ekspansi kredit tetap dilakukan demi memaksimalkan pendapatan. Kerja keras dan cerdas inilah yang membawa perubahan pada PT BPR LPN Panampuang dari posisi minus pada 2024 menjadi laba pada 2025.

“Ya, kami bersama tim memang bekerja keras untuk segera bangkit dan pulih. Berbagai upaya penyelamatan kami lakukan agar bisa bangkit. Alhamdulillah, berkat kepercayaan nasabah dan kerja keras bersama, akhirnya kami kembali mencatatkan laba. Per 31 Desember 2025 tercatat total aset Rp39,94 miliar, realisasi kredit sebesar Rp20,10 miliar, dan dana pihak ketiga sebesar Rp30,5 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha berhasil dibukukan sebesar Rp416 juta,” ujar Direktur Utama PT BPR LPN Panampuang, Besriadi, yang didampingi direkturnya Elfi Mulfita, kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Besriadi, tahun 2025 merupakan tahun pembenahan sekaligus tahun kebangkitan bagi PT BPR LPN Panampuang. Beberapa langkah strategis diambil agar kinerja perseroan kembali on the track seperti masa lalu. Kredit dipacu, dana dikendalikan, biaya ditekan, dan pendapatan dimaksimalkan.

Aset, Dana, dan Beban

Dari laporan keuangan publikasi PT BPR LPN Panampuang tahun 2025, tercatat total aset sebesar Rp39,94 miliar. Secara pertumbuhan, kinerja aset relatif stabil.

Kondisi yang sama juga terlihat pada dana pihak ketiga. Per 31 Desember 2025, total dana pihak ketiga tercatat Rp30,5 miliar yang terdiri atas tabungan sebesar Rp27,35 miliar dan deposito sebesar Rp3,15 miliar.

Kondisi berbeda justru terlihat pada beban bunga. Beban bunga kontraktual berhasil diturunkan dari Rp351 juta pada tahun 2024 menjadi Rp302 juta pada tahun 2025, atau turun 13,96 persen.

“Kami memang memilih melepas sebagian dana untuk mengurangi cost of fund. Selain itu, sepanjang tahun 2025 kami lebih menitikberatkan pendanaan pada produk tabungan. Semua itu dalam rangka mengendalikan beban, terutama cost of fund,” ujar Besriadi.

Kredit dan Pendapatan

Berbeda dengan dana, kinerja kredit justru menunjukkan tren sebaliknya. Jika dana pihak ketiga mengalami kontraksi, realisasi kredit justru mampu tumbuh dua digit. Per 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp20,10 miliar. Realisasi kredit ini tumbuh 25,44 persen secara year on year.

Pertumbuhan kredit tersebut berdampak positif terhadap kinerja pendapatan. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp3,32 miliar. Sementara itu, pendapatan lainnya mencapai Rp1,26 miliar atau tumbuh 607,86 persen secara year on year.

“Untuk pendapatan operasional, kami berhasil membukukan Rp4,58 miliar atau tumbuh 26,51 persen secara year on year. Pendapatan operasional terdorong oleh meningkatnya pendapatan lainnya pada tahun 2025. Pendapatan lain ini bersumber dari pengembalian CPKN karena tim penagihan berhasil menuntaskan kredit bermasalah di tahun sebelumnya. Nilainya relatif besar di tahun 2025 ini,” ujar Besriadi.

BOPO dan Laba

Selain berhasil memaksimalkan kredit dan pendapatan, manajemen PT BPR LPN Panampuang pada tahun 2025 juga mulai meningkatkan kualitas aktiva produktif, mulai dari peningkatan kualitas kredit hingga pengendalian biaya.

“Membaiknya pendapatan dan keberhasilan manajemen dalam mengendalikan biaya berdampak besar pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan secara signifikan. Per 31 Desember 2025 tercatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp416 juta. Capaian laba ini tumbuh sangat signifikan dan melampaui target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank,” ujar Besriadi.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR LPN Panampuang merupakan BPR yang melakukan rotasi kepengurusan pada penghujung tahun 2024. Secara kinerja, sebelum dilakukan pergantian pengurus, perseroan memang menunjukkan performa yang fluktuatif.

Keputusan pemilik untuk melakukan pergantian pengurus akhirnya berbuah manis. Kinerja usaha, khususnya laba yang sebelumnya berstatus minus, mampu dibalik menjadi positif dan kembali mencatatkan keuntungan.

“Kami akui, tahun 2025 relatif berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, berkat keinginan bersama untuk bangkit dan pulih serta dukungan besar dari seluruh pemangku kepentingan, kami berhasil bangkit dengan relatif cepat. Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih. Semoga tren positif ini dapat kami pertahankan pada tahun-tahun berikutnya.” (***)

Editor : Hendra Efison
#PT BPR LPN Panampuang #laba BPR Panampuang #kinerja BPR 2025 #ekspansi kredit BPR