Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bank Nagari Salurkan KUR 2026 Rp1,5 Triliun, Dorong Sektor Produktif lewat KUR dan Kredit Alat Pertanian

Adetio Purtama • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:41 WIB

(KI-KA) Direktur Operasional, Zilfa Efrizon, Direktur Kredit dan Syariah, Hafid Dauli, Direktur Utama, Gusti Candra, Direktur Keuangan, Roni Edrian, dan Direktur Kepatuhan, Sukardi.
(KI-KA) Direktur Operasional, Zilfa Efrizon, Direktur Kredit dan Syariah, Hafid Dauli, Direktur Utama, Gusti Candra, Direktur Keuangan, Roni Edrian, dan Direktur Kepatuhan, Sukardi.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya para pelaku usaha informal/formal dan pelaku sektor pertanian. Bank Nagari kembali dipercaya oleh pemerintah sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tahun 2026 dengan pagu mencapai Rp 1,5 triliun.

Tak hanya itu Bank Nagari juga menghadirkan inovasi pembiayaan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) guna mendorong modernisasi alat dan mesin pada sektor pertanian.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Gusti Candra mengatakan, program ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana sekaligus meningkatkan produktivitas sektor unggulan daerah.

Ia menambahkan, sejak 6 Januari 2026, masyarakat telah dapat mengakses KUR Bank Nagari dengan berbagai kemudahan dan relaksasi khusus untuk seluruh debitur KUR yang berada di Sumbar yang merupakan salah satu provinsi terdampak bencana pada November 2025 silam.

Adapun keunggulan KUR 2026 antara lain suku bunga 0% selama tahun 2026, kemudian 3% selama tahun 2027, dan mulai 6% di tahun 2028. Plafond hingga Rp 500 juta, bebas biaya administrasi dan provisi, persyaratan mudah dan proses cepat, dan akses tersedia melalui skema kredit/pembiayaan konvensional dan syariah.

Gusti Candra menyampaikan, alokasi penyaluran KUR Bank Nagari sebesar Rp 1,5 triliun selama tahun 2026 merupakan bentuk kepercayaan besar dari pemerintah pusat untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat di Provinsi Sumbar pascabencana.

“Kami berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR ini untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penyaluran KUR ke sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, industri, hingga pariwisata dengan porsi minimal 60% dari total penyaluran.

KUA: Solusi Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian

Sementara itu, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli menyampaikan, sejalan dengan fokus penguatan pada sektor produksi, Bank Nagari juga menghadirkan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) sebagai solusi pembiayaan modernisasi pertanian.

Program ini ditujukan untuk membantu petani, kelompok tani, dan pelaku agribisnis dalam memperoleh alat dan mesin pertanian (alsintan) tanpa terbebani biaya tinggi.

Keunggulan KUA Bank Nagari di antaranya suku bunga hanya 3% per tahun (efektif), plafond pembiayaan Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar, tenor fleksibel hingga 5 tahun, uang muka ringan mulai 10%, dan bebas biaya administrasi, commitment fee, dan pelunasan.

Melalui KUA, Bank Nagari mendorong transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian yang lebih modern sehingga meningkatkan efesiensi dan keuntungan.

“Modernisasi alat dan mesin pertanian adalah kunci peningkatan produktivitas. Dengan dukungan pembiayaan yang ringan, kami ingin memastikan petani mampu meningkatkan hasil usaha secara signifikan,” jelas Hafid.

Sinergi KUR dan KUA untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Dijelaskan, kombinasi KUR dan KUA menjadi langkah strategis Bank Nagari dalam mendorong UMKM naik kelas, memperkuat sektor produksi, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, dan mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana.

Hafid Dauli menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan prinsip mudah, murah, dan cepat. Masyarakat cukup memenuhi persyaratan sederhana seperti memiliki usaha produktif minimal 6 bulan, tidak memiliki kredit bermasalah (SLIK OJK), memiliki KTP dan dokumen usaha (NIB/SKU).

Lebih lanjut Bank Nagari mengajak seluruh pelaku usaha, petani, dan masyarakat Sumatera Barat untuk segera memanfaatkan program ini sebelum kuota habis.

Pengajuan dapat dilakukan melalui kantor Bank Nagari terdekat, website resmi melalui N-Form, aplikasi Ollin Bank Nagari, dan layanan Nagari Call.

“Jangan biarkan keterbatasan modal dan teknologi menghambat usaha Anda. Saatnya naik kelas bersama Bank Nagari, menuju usaha yang lebih maju, efisien, dan menguntungkan,” tutup Hafid. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#bank nagari #Kredit Alat Pertanian #kur #sektor produktif