Rahmad, salah seorang pelaku wisata di kawasan Ngarai Sianok, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, aktivitas wisata nyaris terhenti total, termasuk pada momen libur akhir tahun yang biasanya menjadi puncak kunjungan.
“Dampaknya sangat terasa. Kunjungan menjadi sepi, bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Padahal, dalam kondisi normal, kawasan ini selalu ramai saat akhir pekan,” ujar Rahmad, Senin (5/1).
Rahmad yang bergerak di sektor wisata alam dengan menyediakan jasa pemandu, perlengkapan penelusuran Ngarai Sianok, off road, hingga dokumentasi, mengatakan situasi kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
“Biasanya akhir pekan ramai, bahkan saat pergantian tahun selalu penuh. Namun kali ini, nyaris tidak ada pengunjung,” tambahnya.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terjadinya longsor di Jorong Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarajo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, pada Kamis (1/1) lalu. Peristiwa itu menyebabkan aliran Sungai Batang Sianok menjadi keruh, termasuk yang melintasi wilayah Bukittinggi.
Menurut Rahmad, keruhnya aliran sungai berdampak langsung terhadap daya tarik wisata alam Ngarai Sianok, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan aktivitas penelusuran sungai.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menghadirkan solusi agar sektor pariwisata kembali bergerak dan para pelaku wisata bisa bangkit pasca rangkaian bencana.
“Harapannya ada langkah konkret agar ekosistem wisata bisa pulih dan aktivitas kembali normal,” pungkasnya. (rna)
Editor : Adetio Purtama