Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Dharmasraya Tekankan Disiplin, Loyalitas, dan Integritas PPPK Paruh Waktu

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯

AMBIL SUMPAH: Plt Sekkab Dharmasraya Jasman Rizal mengambil sumpah dan janji 1.316 PPPK Paruh Waktu yang terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di Kabupaten Dharmasraya.
AMBIL SUMPAH: Plt Sekkab Dharmasraya Jasman Rizal mengambil sumpah dan janji 1.316 PPPK Paruh Waktu yang terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di Kabupaten Dharmasraya.

PADEK.JAWAPOS.COM-Ada tiga hal utama yang harus menjadi pegangan seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, yakni disiplin, loyalitas, dan integritas.


Advertisement

Tiga nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun aparatur yang profesional, berkarakter, dan dapat dipercaya.

Hal itu ditegaskan Bupati Dharmasraya melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, saat melantik serta mengambil sumpah dan janji 1.316 PPPK Paruh Waktu.

Mereka terdiri atas tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Pesan pertama yang disampaikan adalah disiplin.

Advertisement

Pj Sekda menegaskan bahwa kehidupan dan pekerjaan berjalan sesuai dengan ketetapan waktu, sebagaimana keteraturan alam semesta yang diciptakan Allah SWT yang tidak pernah bertabrakan satu sama lain.

“Karena itu, aparatur dituntut menghargai waktu, tidak menunda-nunda pekerjaan, serta menjadikan disiplin sebagai prioritas utama. Mereka yang tidak disiplin secara perlahan akan tereliminasi dari sistem kerja yang menuntut ketepatan dan tanggung jawab,” tegas Jasman Rizal.

Pesan kedua adalah loyalitas. Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan dalam birokrasi terletak pada loyalitas yang utuh, yaitu loyal kepada pimpinan, loyal kepada aturan, serta loyal terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab.

Advertisement

Loyalitas dimaknai sebagai kesetiaan untuk bekerja sungguh-sungguh demi kepentingan organisasi dan masyarakat.

Pesan ketiga adalah integritas. Pj Sekkab menegaskan bahwa integritas bermakna kejujuran dalam bekerja.

Aparatur diminta tidak menutup-nutupi persoalan serta memberikan masukan yang benar kepada pimpinan. Integritas disebut menjadi penopang kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Selain kepada PPPK Paruh Waktu, pesan juga disampaikan kepada keluarga yang hadir. Pj Sekda meminta keluarga memahami bahwa dengan dilantiknya PPPK Paruh Waktu, maka tanggung jawab akan semakin besar.

Intensitas kebersamaan kemungkinan akan mengalami perubahan, namun dukungan keluarga menjadi faktor penting agar aparatur tetap kuat dan konsisten dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengingatkan bahwa ritme kerja pimpinan daerah saat ini sangat tinggi demi percepatan pembangunan.

Laporan mengenai jembatan rusak, jalan berlubang, serta berbagai persoalan mendesak dapat datang kapan saja. Karena itu, aparatur diminta selalu siap siaga dan memastikan perangkat komunikasi aktif setiap waktu apabila dibutuhkan pimpinan.

Rasa haru tergambar dari Hamdan Setiawan, PPPK Paruh Waktu pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dharmasraya.  Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang telah memperjuangkan kepastian status PPPK Paruh Waktu.

“Sempat ada rasa galau tentang kelanjutan karier yang sudah dijalani selama delapan tahun, tetapi hari ini semuanya terasa lebih terang. Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Bupati dan Ibu Wakil Bupati yang telah memperjuangkan nasib kami,” ujarnya, yang saat itu hadir didampingi istri. (ita)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Diusulkan 1.723 Hektare, Petani Sawit Dharmasraya Berpeluang Terima Dana PSR Rp103,43 Miliar

Diusulkan 1.723 Hektare, Petani Sawit Dharmasraya Berpeluang Terima Dana PSR Rp103,43 Miliar

Pengusulan PSR di Dharmasraya mencapai 1.723 hektare dengan estimasi bantuan BPDP Rp103,43 miliar untuk peremajaan kebun sawit rakyat.

Aplikasi Perisai Bantu Nagari Deteksi Dini Risiko Hukum di Dharmasraya

Aplikasi Perisai Bantu Nagari Deteksi Dini Risiko Hukum di Dharmasraya

Kejari Dharmasraya meluncurkan aplikasi Perisai untuk membantu nagari memetakan risiko hukum, mengevaluasi administrasi, dan berkonsultasi s

Bantuan Permakanan Ibu Hamil Dharmasraya Menjangkau 300 Penerima pada Oktober 2026

Bantuan Permakanan Ibu Hamil Dharmasraya Menjangkau 300 Penerima pada Oktober 2026

Bupati Annisa menyerahkan bantuan permakanan tahap VI di Pulau Punjung dan Koto Besar, sementara total penerima Dharmasraya capai 1.469 org

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer