Kenaikan tersebut terutama terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, cabai setan, tomat, kentang, dan wortel.
Pantauan di Pasar Baru Pulau Punjung, Minggu (8/2/2026), menunjukkan kenaikan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat yang berbelanja kebutuhan dapur menjelang Ramadan.
Salah seorang pedagang, Musri, menyebutkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
“Rata-rata harga komoditas terus naik. Dan kemungkinan besar sampai dengan sesudah Lebaran, terutama cabai dan bawang, harganya masih akan meningkat. Ini memang siklus yang hampir selalu terjadi setiap tahun,” ujar Musri.
Ia menjelaskan, harga cabai merah kualitas terbaik saat ini telah mencapai Rp60.000 per kilogram, meskipun Ramadan belum dimulai. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan harga cabai merah akan menembus Rp100.000 per kilogram saat mendekati Idulfitri.
“Kondisi sekarang saja sudah Rp60 ribu per kilogram. Kalau melihat tren sebelumnya, mendekati Lebaran bisa tembus Rp100 ribu,” tambahnya.
Selain cabai merah, kenaikan juga terjadi pada komoditas lainnya. Harga cabai rawit yang dua hari lalu masih Rp40.000 per kilogram kini naik menjadi Rp50.000 per kilogram. Cabai hijau naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sementara cabai setan melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga merambah sayuran. Tomat yang sebelumnya dijual Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000 per kilogram. Begitu pula dengan wortel yang naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.
Pedagang dan pembeli berharap adanya stabilisasi harga, terutama menjelang Ramadan, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan menyesuaikan kebutuhan guna mengantisipasi lonjakan harga lanjutan. (ita)
Editor : Adetio Purtama