Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Coba-Coba, Akhirnya Berhasil: Haji Ramawi Kembangkan Pohon Kurma di Sijunjung

Novitri Selvia • Senin, 11 Desember 2023 | 13:43 WIB
DIJUAL: Bibit kurma miliki H. Zulkifli Ramawi, alias Haji Kurma, 71 di Nagari Muaro siap untuk dijual.(YULICEF ANTONI/PADEK)
DIJUAL: Bibit kurma miliki H. Zulkifli Ramawi, alias Haji Kurma, 71 di Nagari Muaro siap untuk dijual.(YULICEF ANTONI/PADEK)
Pohon kurma tidak hanya bisa hidup di tanah arab, namun juga bisa tumbuh dan berbuah di Sumatera Barat (Sumbar), termasuk di Kabupaten Sijunjung. Sehingga tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah-satu komoditi perkebunan spesifik. Paling tidak tanaman hias depan rumah. Apa iya?

Ini sebuah terobosan yang perlu didukung secara bersama, serta patut mendapat perhatian dari pihak terkait. Setelah sejumlah warga mencoba menggarap, ternyata budidaya tanaman kurma tidaklah rumit, sulit, seperti yang dibayangkan.  Asalkan dirawat dengan benar, kelak tanaman kurma akan siap berbuah pada waktunya.

H. Zulkifli Ramawi, alias Haji Kurma, 71, adalah salah seorang warga Nagari Muaro, yang berhasil membudidayakan tanaman kurma. Di usia yang tidak muda lagi, Ia kemudian menemukan kepuasan tersendiri dalam membudayakan tanaman khas negeri padang pasir tersebut. Sehingga tanaman hasil garapan Ramawi mulai banyak tersebar ke berbagai daerah, bahkan tembus luar Provinsi Sumbar.

Dalam perbincangannya dengan Padang Epspres, Minggu (10/12), Zulkifli Ramawi sempat berkisah tentang bagaimana lika-liku budidaya tanaman spesifik negeri arab yang dikelolanya tersebut. Sekaligus Ia menbeberkan tujuan akhir yang hendak dicapainya.
Diungkapkan Ramawi, aktivitas budidaya tanaman kurma itu mulai digelutinya pada tahun 2003 lalu.

Saat itu Ramawi baru saja pulang dari Mekah untuk menunaikan Ibadah Haji, kemudian pada suatu kesempatan kakek 10 cucu ini ditakdirkan bertemu dengan Irjen Haji asal Tasikmalaya bernama Husni Mubarak.  Keduanya pun berbincang tentang berbagai hal, saling bertukar fikiran, mulai masalah duniawi hingga akhirat.

Entah kenapa, akhirnya pembicaraan Ramawi dan Husni Mubarak menjurus pada  prosoek budidaya tanaman kurma di Indonesia, bahkan berpotensi dikembangkan di seluruh daerah.  Sekaligus menghitung budget dan sasaran akhir yang bisa diraih. Merasa tertarik, Ramawi pun bertekad untuk ikut mencoba tantangan budidaya tanaman kurma tersebut.

Apalagi Husni Mubarak juga sempat menjelaskan panjang lebar kalau usaha budidaya kurma yang digarapnya ternyata membuahkan hasil di berbagai daerah. Bahkan secara kualitas buah kurma hasil budidaya tersebut tidak kalah dengan kurma asal arab.

Maka sejak itu Ramawi mulai memberanikan diri melakukan proses pembibitan sendiri di sekitar pekarangan rumahnya, setelah sebelumnya dilakukan pemilihan bibit yang ideal/sesuai dengan iklim daerah dari salah satu daerah di Jawa. Kebetulan saat itu jenis bibit yang ditanam adalah jenis Ajwa.

“Jujur, pada awalnya saya memang merasa agak ragu-ragu, serta kurang yakin bisa berhasil. Namun hati kecil berkata “segala sesuatu itu apa salahnya untuk dicoba, dan bagaimana hasilnya nanti diserahkan pada Allah SWT,”ujar Ramawi.

Alhasil, setelah bibit disemai pada sebuah wadah yang telah disediakan depan rumah, berselang beberapa waktu kemudian tanaman itu mulai tumbuh, hingga bagian batang terus membesar dan bertambah tinggi. “Mula-mula bak seperti anak (bibit) pinang, namun batang dan daunnya tampak agak lebih hijau,” kata Ramawi pula.

Dengan penuh keyakinan beberapa batang pohon kurma itu terus dirawat, serta tak lupa dipupuk sebagaimana mestinya. Setelah dirasa cukup umur, sekira usia 1 tahun kemudian Ramawi mencoba memindahkannya ke lahan yang telah disiapkan.

“Sebanyak tiga batang saya tanam di halaman rumah saya yang terdapat di Kota Padang.  Sejalan dengan itu pembibitan baru terus saya lakukan, meski jumlahnya tidak banyak,” ujarnya.

Bak pepatah “usaha tak akan menghianati hasil”, setelah berusia lebih 5 tahun sebanyak 2 batang pohon kurma binaan Ramawi mulai berbuah hingga akhirnya memasuki masa panen.  Karena buah tahap perdana, secara ukuran memang terlihat agak lebih kecil dari kurma yang banyak beredar di pasaran. Namun rasanya tak kalah manis, dan berwarna merah.

Sejak saat itu Ramawi begitu bersemangat untuk terus bereksperimen mengembangkan tanaman kurma garapannya, sekaligus berusaha memasarkan. Dijual mulai bibit umur 1 tahun sampai bibit dewasa jelang berbuah. Sebelum pemindahan, bibit dewasa biasanya terlebih dahulu akan dikarantina pada media agak besar, seperti drum, kotak kayu, dan lain sebagainya.

Diakui Ramawi, soal harga, terbilang murah meriah. Di mana harga satu per 1 batang anak kurma, umur 1 tahun, hanya dijualnya di kisaran Rp 200-350 ribuan. Itu pun pihak pembeli sekaligus diberikan pengetahuan/petunjuk bagaimana teknik dan cara perawatannya.  Penanaman ideal minimal adalah satu pasang, yakni pohon jantan dan betina.

Selain untuk dijual, Ramawi juga telah banyak mewakafkan pohon kurma hasil garapannya ke berbagai Masjid dan Mushalla di Sumatera Barat. Dengan tujuan sebagai pohon pelindung, penyejuk, serta penghias lingkungan Masjid. Di antaranya kini juga sudah mulai berbuah.

Diantaranya meliputi 40 batang di Masjid Istiqlal Muaro Sijunjung, 17 batang di Masjid Taqwa Muaro Sijunjung, 4 batang di Masjid Baitul Makmur Ipuh Nagari Muaro, 7 batang di Masjid Al Ihsan Upi Padang, dan 2 batang Masjid Maryam Padang, Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang.

Di Kabupeten Darmasraya juga sudah ditanam beberapa batang, tepatnya di Komplek Kantor Wali nagari Sungairumbai, dan kini sudah berumur 2 tahun. Tidak hanya di Sumbar, di daerah Tampino Kota Janbi sudah tersebar sebanyak 62 batang, dan saat ini sudah mulai berbuah.

Di mana awalnya lahan ini merupakan perkebunan kelapa sawit. Berikut di Masjid Bangkinang sebanyak 11 batang juga sudah memasuki masa berbuah. Buah kurma sangat berkhasiat untuk kesehatan, termasuk kurma jantan.

“Rencana dalam waktu dekat akan ditanam puluhan batang di sebuah area pesantren daerah Pekanbaru. Di Kabupaten Kuansing ada juga yang telah dirawat sampai berbuah, yakni area perkebunan milik seorang pengusaha betnama Ali Rahman. Beliau juga merupakan pimpinan Dealer Honda Cempaka Motor,” pungkas Ramawi. (YULICEF ANTHONY—Sijunjung) Editor : Novitri Selvia
#H. Zulkifli Ramawi #Masjid Istiqlal Muaro Sijunjung #Masjid Taqwa Muaro Sijunjung #Haji Ramawi #pohon kurma