Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Menikmati Keindahan dan Ketenangan di Masjid Raudhatul Jannah Bukittinggi yang Bernuansa Masjid Nabawi

Heri Sugiarto • Sabtu, 16 Maret 2024 | 13:19 WIB

Mengusung arsitektur dengan nuansa Masjid Nabawi, Masjid Raudhatul Jannah berdiri megah dan indah di Bukittinggi. (Foto: Rian Afdol/ Padek)
Mengusung arsitektur dengan nuansa Masjid Nabawi, Masjid Raudhatul Jannah berdiri megah dan indah di Bukittinggi. (Foto: Rian Afdol/ Padek)
Mengusung arsitektur dengan nuansa Masjid Nabawi, Masjid Raudhatul Jannah berdiri megah dan indah. Sejumlah ornamen mulai dari sejumlah kaligrafi, menara masjid, pintu serta lengkungan dan warna mempertegas hal tersebut.

Laporan—RIAN AFDOL, Bukittinggi

SELAIN memiliki keindahan visual, masjid ini menjadi wadah mengaplikasikan ilmu bagi santri di Pesantren Haji Muhammad Nadis.

Ada juga sejumlah kegiatan sosial lainnya. Hal tersebut menjadikan masjid ini semakin hidup.

Masjid yang diresmikan tahun 2015 ini berada dalam kompleks Pondok Pesantren H Muhammad Nadis Bukittinggi di Jalan Pantanangan, Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Masjid memiliki enam pintu yang terletak di tiga sisi. Semua pintu ini merupakan replika dari pintu Masjid Nabawi. Menggunakan bahan kayu berwarna dasar coklat tua, lengkap dengan ornamen dan kaligrafi dengan pola lingkaran di tengahnya.

Memasuki bagian dalam masjid, nuansa Masjid Nabawi terasa semakin kental dengan sejumlah kaligrafi dan warna yang identik dengan kaligrafi di Masjid Nabawi.

Hal serupa terlihat di bagian teras. Sejumlah tiang dihubungkan dengan lengkungan yang berwarna terang dan gelap.

Masjid ini memiliki satu kubah utama dan empat kubah lainnya dengan ukuran yang lebih kecil di keempat sisi. Lalu dipercantik dengan sejumlah jendela yang dihiasi dengan kaca patri bermotif kaligrafi.

”Kita menamai masjid ini Raudatul Jannah. Artinya taman surga. Masjid ini di desain dengan nuansa Masjid Madinah agar setiap jamaah yang datang bisa merasakan nuansa Masjid Nabawi saat berada di sini,” jelas Kepala Pengurus Masjid Raudatul Jannah Yasril Rahmadian Tuanku Majo Kayo, kemarin.

Afdal, pengurus lainnya menyebutkan, pembangunan masjid dilakukan sejak tahun 2012, dan selesai serta diresmikan tiga tahun berselang.

Pembangunannya banyak terinsipirasi dari perjalanan haji pemilik Yayasan Nelson Septiadi.
Masjid yang secara umum berbentuk persegi empat dengan keliling mencapai 92 meter ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 700 jamaah.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjalankan sejumlah fungsi lain. Diantaranya untuk lokasi pendidikan dan menjalankan sejumlah program sosial.

”Masjid ini satu kompleks dengan pesantren. Jadi dengan begitu masjid ini juga menjadi wadah bagi santri-santri mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari. Semisal untuk fardhu kifayah sholat jenazah, ataupun tausiyah dan kegiatan kemasyarakatan lainnya,” tambah Yasril Rahmadian Tuanku Majo Kayo.

Hasil dari kegiatan ini, katanya, banyak sekali santri dari pondok pesantren yang diminta menjadi imam selama Ramadhan.

”Selain pendidikan, aktivitas sosial juga banyak kita lakukan di sini. Setiap tahunnya kita menyalurkan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin. Bantuan ini disalurkan tidak hanya bagi anak yang berasal dari kelurahan kita, bahkan ada yang dari Kabupaten Agam,” sebutnya.

Di luar Ramadhan, masjid ini secara rutin mengadakan program Jumat berkah. Pendanaan untuk kegiatan sosial ini berasal dari donatur, infak jamaah dan pemilik yayasan.

Salah satu pengunjung masjid, Jefri Ananda terkesan dengan arsitektur dan desain yang ada di masjid ini. ”Desainnya indah. Hiasan di dalam juga mengesankan. Tentu hal ini membuat jamaah nyaman untuk sering dan berlama-lama ada di dalam masjid ini,” tuturnya.

Masjid ini didukung dengan sejumlah fasilitas yang memberikan ketenangan untuk beribadah. Kamar mandinya juga nyaman. Airnya bersih dan lancar. Kemudian, areal parkir di sini juga cukup luas.

Kedua fasilitas tersebut, sambung dia, tentu sangat penting bagi orang yang akan shalat atau datang berkunjung. ”Menurut saya kedua fasilitas ini juga bisa menentukan tenang atau tidak tenangnya jamaah ketika beribadah,” tukasnya. (***)

Editor : Heri Sugiarto
#masjid nabawi #masjid Bukittinggi #Pondok Pesantren H Muhammad Nadis #masjid raudhatul jannah