PADEK.JAWAPOS.COM-Ini adalah tempat di mana keahlian memenuhi hasrat. Selama puluhan tahun, setiap pasangan dibuat tangan dengan hati-hati, dibentuk tidak hanya untuk kenyamanan tetapi juga untuk membawa kisah mereka yang memakainya.
DI Jalan Tepi Pasang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, ada satu toko yang bagian depan atasnya berfasad hitam. “HERO” dengan warna emas tertulis besar pada bagian tersebut.
Hero Shoes Leather telah menjadi lebih dari sekadar toko sepatu. Sebab tidak hanya menjual tapi juga memproduksi sendiri sepatu berbahan kulit.
Usia panjang dalam melintasi zaman, agaknya sudah cukup menjadi bukti, seperti apa kualitas dari usaha yang berdiri sejak tahun 1938 itu.
Jadi, sepertinya tak perlu ragu memegang kata-kata sang owner, Leo Wenar Henk, kalau mereka berpegang pada penjagaan mutu dan kesadaran untuk mengikuti trend pasar.
Itu pula yang diakui Prissilia, salah satu konsumen yang Padang Ekspres temui Rabu (5/11) lalu. Pelangganan setia yang telah kenal Hero dari orang tuanya.
“Saya sudah lama juga (berlangganan). Sejak masih sekolah. Soalnya orang tua saya dulu belanjanya di sini,” kata perempuan 48 tahun itu.
Kini, kestiaan itu ia tularkan kepada sang suami. Juga diturunkan kepada anak-anaknya. “Ketahanan sepatu di sini karena memang dibuat dari kulit asli,” sambungnya.
Tak hanya soal kualitas yang membuat para pelanggan menjadi setia di Hero. Mereka juga mendapat jaminan.
Leo Wenar Henk mengungkapkan, untuk menjaga kepercayaan para pembeli, sepatu-sepatu yang mereka buat ada jaminan lem dan jahitan tidak lepas selama pakai.
Misalnya pun ada dari dua itu yang lepas, pelanggan bisa membawanya kembali untuk diperbaiki tanpa bayaran. Awalnya, bisnis sepatu dan sendal ini didirikan oleh orang tua Leo Wenar Henk di Pasar Raya Padang.
Namun di saat penjajahan Jepang, Hero sempat pindah ke Simpang Pulau Karam. Pada 1978 dan hingga saat ini Hero berdiri di Jalan Tepi Pasang Nomor 89 AB, Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat.
Ada sejak 82 tahun lalu, Hero pun telah melewati berbagai perubahan ekonomi dan bisnis. Namun berhasil bertahan karena selalu berupaya mengikuti perkembangan trend.
“Kami selalu mengikuti zaman dan juga menjaga mutu produk,” ucap lelaki 70 tahun itu.
Dari perjalanan panjang tersebut, sekarang adalah momen-momen berat yang mesti mereka hadapi. Karena, perkembangan bisnis secara internasional. Banyak produk-produk impor yang memasuki pasar sepatu di Indonesia.
Tak hanya itu. Cara berbusana orang-orang kantoran yang dahulu umumnya memakai sepatu kulit pun sudah tak lagi sama. Sebab itulah, terus menjaga kualitas dan mengikuti trend selalu menjadi pegangan mereka untuk tetap eksis.
Untuk menjaga kualitas, Hero tak sekadar membuat sepatu asal jadi. Produk-produk yang mereka buat harus melewati berbagai tahapan pengecekan. Itu semata-mata untuk menjaga standar yang telah ditentukan. Bila tak sesuai, tak akan dipamerkan pada etalase toko.
Dalam memproduksi, Hero juga menawarkan custom kepada calon pembeli. Ini untuk membantu konsumen yang kesulitan mencari ukuran yang sesuai.
“Jadi untuk pemesanan custom, kaki pembeli akan diukur lebih dahulu. Prosesnya pembuatannya sekita dua pekan,” katanya.
Mereka juga menerima permintaan reparasi sepatu-sepatu brand lainnya. Karena sebelumnya sudah banyak pelanggan yang membawa sepatu milik mereka.
Tak hanya berbahan kulit. Bisnis ini menerima permintaan tersebut karena sebagai usaha yang telah lawas, mereka sudah memahami karakteristik bahan-bahan ataupun lem sepatu yang perlu digunakan.
Salah satu ujung tombak Hero dalam memproduksi sepatu adalah M Zaini. Sudah 33 tahun dia bekerja di sana. Lelaki 63 tahun itu mengungkapkan, sepatu di Hero memang memiliki standar tinggi. Para pengrajin ditekankan untuk selalu memperhatikan ketahanan dan kerapian produk.
“Kalau ada produk yang tidak lulus pengecekan, kami akan diperingatkan dan diminta untuk mengerjakannya kembali,” terang dia. (RIYADHATUL KHALBI—Padang)
Editor : Novitri Selvia