Di tengah percepatan ekonomi digital Indonesia, nama Ridho Riyansa—akrab dikenal sebagai Bang Dodo—menjadi figur yang menonjol.
Lahir di Padang pada 2 April 1991, ia kini dikenal bukan hanya sebagai penyanyi dan kreator konten viral, tetapi sebagai pengusaha digital yang memimpin platform edukasi bernama Klinik Konten.
Jejak Karier: Dari Korporat hingga Kreatif
Perjalanan hidup Bang Dodo merupakan gambaran nyata keberanian melakukan perubahan arah karier. Sebelum dikenal luas dengan jargon “Ndak Pakai Tapi”, ia menghabiskan satu dekade sebagai bankir profesional.
Selain itu, latar belakang pendidikannya sangat kuat di bidang ekonomi. Ia menamatkan Diploma III Akuntansi di Universitas Andalas pada 2012 dan meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Bung Hatta pada 2015.
Karier korporatnya dimulai pada 2013. Ia pernah bekerja di Bank Nagari, Bank Danamon, CIMB Niaga, dan Bank Mega Syariah.
Pengalaman manajerialnya semakin bertambah ketika menjadi Office Manager di PT Hankuk Engineering Consultant, Manajer di PT Hasta Raya Sumbar, hingga menjabat Kepala Cabang Prioritas di KOPNUSPOS Indonesia pada 2023.
Namun demikian, jejak keseniannya tidak pernah hilang. Menurutnya, sejak kecil ia tumbuh dalam lingkungan pecinta budaya lokal. Ia tercatat sebagai pelatih vokal di GRSB dan Purwacaraka Studio sejak 2008, serta penyanyi yang rutin tampil di berbagai panggung.
Momentum Pandemi dan Lahirnya Sosok “Bang Dodo”
Tahun 2020 menjadi titik balik. Sambil tetap bekerja, ia mulai mengunggah konten sebagai food vlogger yang menonjolkan kuliner Minangkabau.
Gaya narasinya yang hangat dan emosional menarik perhatian publik. Dua jargon terkenalnya, “Cobak Tebak Bang Dodo Lagi di Mana” dan “Lamak Bana Ndak Pakai Tapi”, melekat kuat sebagai identitasnya.
Di sisi lain, ia mulai memperluas konten ke ranah edukatif seperti storytelling, pembahasan isu, dan motivasi hidup.
Membangun Ekosistem Digital: Klinik Konten dan Podcast
Keseriusannya terlihat ketika ia mendapatkan sertifikasi profesional dari BNSP sebagai Content Creator, Digital Marketing, dan Trainer of Trainer. Keahlian ini kemudian melahirkan Klinik Konten di bawah CV Riyansa Abadi.
Melalui pendekatan “Konsultasi Digital ala Dokter”, ia membantu ribuan UMKM dan kreator pemula dari berbagai daerah.
"Saya juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk memperluas manfaat edukasi ini," ungkapnya dalam rilis yang diterima Padek, Senin (19/1/2026).
Sebagai pengembangan ekosistem, ia meluncurkan Podcast Bangdodo-id, sebuah ruang untuk berbincang dengan tokoh inspiratif dan membahas dinamika industri digital.
Karya Musik dan Dunia Akting
Produktivitasnya berlanjut pada karya seni. Pada 2024, ia merilis single Obrolan Diri, disusul Tetap di Sini pada 2025, yang menjadi refleksi perjalanan personalnya.
Ia juga menjajal dunia akting. Ia memerankan tokoh Bapak Rohana dalam film biografi Soenting Melajoe yang tayang di TVRI Sumatera Barat.
"Pada 2025, saya kembali berakting dalam film pendek Bunga Taman Layu, berperan sebagai Faisal Dewasa, seorang dokter," tambah Bang Dodo.
Kini, bersama istrinya, Stella Monica, dan dua anaknya, Bang Dodo terus mengembangkan kontribusinya sebagai teknopreneur yang menjembatani budaya lokal Sumatra Barat dengan percepatan dunia digital modern.(rel)
Editor : Heri Sugiarto