Tanaman kurma (Phoenix dactylifera) termasuk komoditas binaan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI. Provinsi Riau menjadi salah satu lokasi utama budidaya kurma di Indonesia karena iklimnya mirip dengan negara asalnya.
Jenis dan metode penanaman kurma yang cocok untuk ditanam di Indonesia, merujuk pada artikel dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, yang menjelaskan tentang budidaya kurma di Indonesia dan juga menyediakan informasi lengkap tentang penanaman kurma di Indonesia.
Bibit kurma yang cocok ditanam di Indonesia, seperti:
Kurma Barhee
Bibit dari kultur jaringan dengan rasa yang sangat manis.
Kurma Ajwa
Jenis kurma mahal yang konon sangat disukai.
Kurma Medjool
Bibit yang berasal dari Arizona, Amerika Serikat.
Kurma Tunisia
Bentuk ramping dan warna cokelat muda.
Kurma Sukari
Bibit dari Mesir dengan rasa yang manis seperti susu.
Kurma Safawi
Jenis terbaik setelah Ajwa dengan tekstur daging buah yang lembut.
Metode Penanaman Kurma di Indonesia
1. Persiapan Bibit Kurma
Bersihkan biji kurma dari sisa daging dengan menggunakan pasir halus. Rendam biji dalam air yang diberi larutan pupuk buah atau zat pengatur tumbuh selama empat hari.
Ganti air rendaman setiap 24 jam untuk hasil yang optimal.
2. Penyemaian Bibit Kurma
Gunakan media tisu basah atau langsung semai biji di media tanam. Jaga kelembapan media tanam agar tidak berkurang.
Kecambah biasanya mulai muncul dalam dua minggu.
3. Pemeliharaan dan Pemindahan Bibit ke media Tanam
Setelah biji berkecambah, pindahkan bibit ke pot atau polybag yang berisi campuran pasir, kompos, dan cocopeat dengan skala 2:1:1
Perhatikan kebutuhan air dan cahaya untuk tanaman kurma. Kurma membutuhkan tanah yang gembur dan mudah meresap air.
Panen buah kurma di Indonesia berbeda dengan panen buah di negara asalnya.
Buah kurma di Indonesia hanya bisa dijadikan sebagai buah segar yang dapat dipanen pada umur 150 hari.
Sementara itu di negara asalnya, panen biasanya dilakukan pada umur 200 hari sehingga menjadi kurma dengan tekstur kering dan warna hitam atau coklat.
Salah satu penyebab terjadinya perbedaan waktu panen dikarenakan Indonesia memiliki kelembaban yang tinggi. Di Indonesia, kurma yang dibiarkan sampai umur 200 hari akan busuk dan tidak layak lagi dikonsumsi.
Dengan perhatian terhadap kondisi iklim dan pemeliharaan yang tepat, pohon kurma dapat tumbuh dan berbuah di Indonesia. (*)
Editor : Adetio Purtama