Dikutip dari Small Biz Technology pada Selasa (4/2/25), kebiasaan bergadang sering kali bukan sekadar masalah disiplin, tetapi juga terkait dengan faktor psikologis tertentu.
Jika kamu sering menyesal tidur larut tapi tetap mengulanginya, mungkin kamu memiliki salah satu dari tujuh sifat berikut ini.
- Penunda Kronis
Orang yang suka menunda pekerjaan cenderung menyelesaikan tugas di menit-menit terakhir. Akibatnya, mereka terpaksa bergadang untuk mengejar pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan lebih awal. Ironisnya, saat tubuh sudah lelah, produktivitas justru menurun.
Solusinya, biasakan membuat jadwal yang lebih terstruktur. Pecah tugas besar menjadi bagian kecil dan selesaikan lebih awal agar tidak harus bergadang di malam hari.
- Merasa Lebih Produktif di Malam Hari
Beberapa orang merasa lebih fokus dan kreatif saat bekerja di malam hari. Padahal, ini sering kali hanya ilusi akibat suasana yang lebih tenang, bukan karena otak benar-benar bekerja lebih baik. Faktanya, otak lebih segar setelah istirahat yang cukup.
Kamu sebaiknya mencoba memindahkan tugas penting ke pagi atau siang hari selama beberapa minggu. Bandingkan produktivitasmu dan lihat apakah bekerja di siang hari lebih efektif.
- Kecanduan Gawai dan Media Sosial
Scroll media sosial, menonton serial, atau bermain game sebelum tidur bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Cahaya biru dari layar ponsel menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur tidur. Akibatnya, tubuh sulit merasa mengantuk meskipun sudah lelah.
- Stres Berlebihan
Pikiran yang sibuk membuat tubuh sulit rileks, menyebabkan kesulitan tidur. Beberapa orang justru memilih bergadang sebagai cara untuk mengalihkan stres, seperti dengan menonton film atau bermain game, padahal hal ini justru memperburuk kondisi tubuh keesokan harinya.
Kamu bisa melakukan teknik relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi, olahraga ringan, atau menulis jurnal untuk membantu menenangkan pikiran.
- Takut Ketinggalan (FOMO-Fear of Missing Out)
Merasa harus selalu update dengan berita, tren terbaru, atau kehidupan teman di media sosial? FOMO mendorong seseorang untuk tetap online, meskipun tubuh sudah lelah. Akibatnya, waktu tidur terbuang hanya untuk mengikuti hal-hal yang sebenarnya tidak mendesak.
Sadari bahwa tidak ada informasi yang benar-benar harus diakses saat malam hari. Cobalah untuk membatasi waktu penggunaan media sosial dengan fitur pengingat atau mode waktu tidur pada smartphone.
- Perfeksionisme Berlebihan
Perfeksionis sering merasa pekerjaannya belum cukup baik, sehingga terus mengutak-atiknya hingga larut malam. Mereka sulit merasa puas dan akhirnya mengorbankan waktu tidur untuk mengejar standar yang terlalu tinggi.
Menyelesaikan tugas lebih awal dengan hasil yang cukup baik jauh lebih efektif dibandingkan terus menyempurnakan tanpa batas waktu.
- Merasa Punya Waktu Ekstra di Malam Hari
Banyak orang menganggap bergadang sebagai cara untuk mendapatkan waktu tambahan, baik untuk bekerja maupun bersantai. Padahal, ini hanyalah ilusi yang justru akan mengurangi energi dan produktivitas keesokan harinya.
Jika kamu sering menyesal bergadang tetapi tetap mengulanginya, coba periksa apakah salah satu dari sifat di atas sesuai dengan kebiasaanmu. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mulai mengubah pola tidur dan menciptakan rutinitas yang lebih sehat. (*)
Editor : Adetio Purtama