Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 21 Payakumbuh, Jahe Toga di Redusaku

Novitri Selvia • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:15 WIB

INOVATIF: Bibit jahe sebagai Toga bagi warga SDN 21 Payakumbuh.(TIM LAMAN GURU)
INOVATIF: Bibit jahe sebagai Toga bagi warga SDN 21 Payakumbuh.(TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tanaman Jahe yang memiliki berbagai khasiat ini sudah banyak dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia, terkhusus di tanah air Indonesia.

Jahe sering digunakan sebagai bahan untuk masak oleh masyarakat, akan tetapi disamping itu jahe juga booming diketahui sebagai bahan dasar untuk bentuk pengobatan yang herbal.

Hal inipun sudah banyak dipraktikan oleh berbagai profesi maupun ahli dan pakar di bidangnya. Jahe memiliki rasa yang mempunyai dampak hangat terhadap tubuh yang mengkonsumsinya. Jahe merupakan bagian dari jenis tanaman terna yang diartikan sebagai tanaman jehe yang memiliki rimpang berada.

Pada bagian akar serta merupakan modifikasi bentuk dari batang, yang bagian luarnya ditutupi daun yang berbentuk sisik tipis tersusun melingkar yang terlihat seperti pelepah.

Setiap bagian rimpang jahe memiliki bau yang harum, untuk warna berdasarkan kulitnya, ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna merah.

Menyadari pentingnya mengkonsumsi jahe bagi kesehatan tubuh, maka segenap seluruh warga di SD negeri 21 Payakumbuh mengupayakan program menanam jahe di lingkungan sekolah sebagai bagian dari beberapa jenis tiga yang ada.

Aktivitas menanam jahe ini bagi peserta didik di SD Negeri 21 Payakumbuh sebagai bagian dari kegiatan yang optimal untuk proses pembelajaran yang bermanfaat langsung, dalam kehidupan sehari-hari peserta didik mengenai kesehatan serta dapat dihubungkan dengan praktik pembelajaran IPAS.

Hal yang menjadi dorongan motivasi kami selaku kepala SD Negeri 21 Payakumbuh terhadap peserta didik. Apabila tubuh kita sehat, maka di dalamnya akan dapat pemikiraan yang cerdas hingga mendorong semnagat yang tinggi untuk meraih prestasi yang gemilang di Redusa.

Maka salah satu langkah yang efektifnya adalah dengan cara menanam jahe. Persiapan penanaman jahe di lingkungan tiga redusa tidak terlepas dari dukungan orang tua dalam menyiapkan kebutuhan bibit yang dibutuhkan peserta.

Dalam tahapan proses yang dimulai dari aktivitas pendampingan penanaman dari rumahnya masing-masing. Aktivitas menanam jahe bagi seluruh guru dan peserta didik tidak hanya sekedar mengenal tanaman jahe saja atau tentang produk olahannya dalam memperoleh manfaatnya.

Akan tetapi juga mengantarkan kepada seluruh warga SD Negeri 21 Payakumbuh untuk mendapati pengalaman berharga. Bahkan bermakna dalam melestarikan atau membudidayakan tanaman jahe secara sendiri, keluarga dan guru.

Ini mengambarkan tentang implementasi kurikulum yang mewujudkan proses pembelajaran yang lebih baik. Selain itu, penanaman jahe juga mendorong peserta didik untuk dapat mempresentasikan mengenai berbagai macam aspek pengetahuan tentang jahe.

Proses penanaman jahe sebagai toga di SD Negeri 21 Payakumbuh juga memperhatikan pada keseimbangan pengetahuan antara teknik penanaman, perawatan hingga cara memanen jahe yang baik dan benar.

Hal yang menjadi inti untuk dapat memberikan perwujudan proses pendidikan yang positif adaalah mengenai kolaborasi proses pembelajaran yang terlihat dalam keterlibatan orang tua yang menyiapkan bibit serta wadah dan media tanam dari rumah, hingga partisipasi guru serta peserta didik yang berkelanjutan di sekolah.

Hingga terciptanya sinergi yang positif anta sekolah, peserta didik, orang tua hingga warga sekolah lainnya dalam meningkatkan proses pembelajaran yang menyeimbangkan antara teori dengan praktik, dalam mempersiapkan karier peserta didik di masa medatang sebagai genarai yang sukses dan mampu melanjutkan pengetahuan ke generasi berikutnya.

(Amperawati, S.Pd, Kepala SDN 21 Payakumbuh)

Editor : Novitri Selvia
#Jahe Toga #SD Negeri 21 Payakumbuh #Redusaku #Amperawati