Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SD Negeri 22 Lubukminturun, Galakkan kembali Permainan Tradisional

Novitri Selvia • Senin, 9 Maret 2026 | 07:30 WIB

Romi Desrianto, GURU SD N 22 LUBUKMINTURUN. (TIM LAMAN GURU)
Romi Desrianto, GURU SD N 22 LUBUKMINTURUN. (TIM LAMAN GURU)

PADEK.JAWAPAOS.COM-Teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu produk teknologi informasi itu adalah gadget atau smartphone.

Gadget dengan layanan internet menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Tidak hanya orang dewasa, bahkan remaja sampai anak-anak banyak menghabiskan waktu menggunakan gadget.

Kehadiran gadget atau smartphone di tengah kehidupan hari ini ibaratkan pisau bermata dua. Di satu sisi kehadiran gadget banyak memberikan manfaat dalam kehidupan.

Berbagai kemudahan dapat kita rasakan dengan adanya gadget. Informasi yang mudah diakses serta manfaat lainnya.

Di sisi lain penggunaan gadget yang tidak tepat dan berlebihan banyak memberikan dampak negatif, terutama bagi anak dan pelajar.

Tidak sedikit anak-anak yang terjebak dan terjerumus dalam penggunaan gadget ,seperti kecanduan games online, pornografi dan lain sebagainya.

Siswa sekolah dasar tidak bisa dipisahkan dengan permainan, karena dunia mereka adalah dunia bermain.

Bahkan bermain sangat penting bagi perkembangan anak karena merangsang otaknya serta membuat anak merasakan emosi yang positif.

Sangat penting bagi anak waktu untuk bermain karena begitu banyak manfaat bermain untuk tumbuh kembang mereka.

Persoalan hari ini adalah banyak anak yang larut dengan gadget mereka. Penggunaan handphone yang berlebihan, games yang tidak tepat akan berdampak buruk untuk perkembangan anak.

Waktu bermain anak hari ini banyak dirampas oleh penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak tepat.

Romi Desrianto, S.Pd.I (PTB) yang merupakan guru PAI di sekolah SDN 22  Lubukminturun beberapa waktu yang lalu pernah mendapati siswa yang memiliki perilaku kurang baik dan berbeda dari siswa lainnya.

Siswa yang agresif, temperamen dan agak sulit diarahkan. Setelah berdiskusi dengan orang tua siswa, sampai pada satu kesimpulan bahwa siswa yang bersangkutan ternyata di rumah banyak bermain HP/gadget, sementara orang tuanya sibuk bekerja.

SDN 22  Lubukminturun menyadari dampak negatif dari gadget, sehingga sekolah menggalakkan kembali berbagai permainan tradisional untuk anak Berbagai permainan tradisional kembali digalakkan di Sekolah Dasar 22  Lubukminturun satu tahun belakangan ini.

SDN 22  Lubukminturun dibawah pimpinan kepala sekolah Arusdi, S.Pd berupaya semaksimal mungkin untuk menyiapkan berbagai sarana dan wadah untuk bermain anak, walaupun dengan kondisi pekarangan yang tidak terlalu luas.

Di antara permainan tradisional yang digalakkan kembali seperti permainan engrang, dore/lore, lompat tali, kelereng, congklak dan lain sebagainya.

Egrang adalah dua tongkat panjang yang bagian tengahnya diberi pembatas. Cara memainkannya yaitu dengan naik keatas pijakan pada egrang, jika jatuh maka pemain akan diberi hukuman.

Permainan lore atau dore adalah salah satu permainan anak nagari yang disajikan dalam bentuk ukiran di atas tanah atau halaman, yang berupa gabungan beberapa persegi.

Permainan lore atau dore memerlukan media lain seperti gundu yang terbuat dari batu atau kayu berbentuk datar atau pipih yang nantinya dilempar ke dalam persegi- persegi dan tidak boleh memakan garis atau garis persegi yang ada.

Seluruh siswa SDN 22  Lubukminturun diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai permainan tradisional ini pada jam istirahat dan pada jam kosong siswa.

Semua siswa pun bersemangat dalam mengikuti permainan sesuai dengan hobi mereka masing-masing.

Sebagian siswa ada yang bermain lore dan sebagian yang lain bermain engrang, kelereng sesuai dengan kesukaan mereka dan kondisi di sekolah.

Permainan ini digalakkan kembali dengan harapan bisa meminimalisir pengaruh gadget. Disamping itu tentunya banyak manfaat dari permainan tradisional ini.

Seperti halnya permainan lore, sesuai dengan hasil penelitian menyimpulkan bahwa permainan lore/dore banyak manfaat dan nilai-nilai positif yang dapat diimplementasikan oleh anak dalam kehidupannya sehari hari.

Secara garis besar permainan lore bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan fisik, mengatur keseimbangan tubuh, melatih konsentrasi dan kefokusan, mengandung unsur sosialisasi, mengasah motorik kasar, meningkatkan kreativitas, merangsang pertumbuhan otot dengan baik, serta merangsang tumbuh untuk bersemangat dalam hidup.

Demikian halnya dengan permainan engrang,lompat tali, kelereng, congklak dan permainan lainnya, semuanya banyak memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak didik.

Banyak nilai positif dari permainan tradisional ini seperti ketangkasan, kerja sama, kejujuran, toleransi dan lain sebagainya.

Sekolah memberikan ruang bermain kepada siswa dengan harapan permainan ini bisa menjadi alternatif dan mengalihkan anak didik dari gadget atau smartphone yang memiliki banyak dampak buruk terhadap perkembangan fisik dan mental anak didik.

Anak didik akan tumbuh dengan baik serta tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Sebagai guru dan orang tua kita mesti bijak memberikan permainan kepada anak kita.

Jangan sampai kita sebagai orang tua memberikan kebebasan yang mutlak kepada anak dalam menggunakan gadget, karena ini adalah sebuah kesalahan dan keteledoran kita yang akan merusak kesehatan dan masa depan mereka.

Bukan berarti pula kita tidak mengenalkan kepada mereka tentang teknologi informasi yang akan membuat mereka tertinggal dari yang lain.

Bukan suatu hal yang tabu atau kuno mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak dan siswa di era yang serba canggih saat ini.

Menggalakkan permainan tradisional merupakan suatu upaya memberikan sarana agar anak tumbuh kembang dengan baik secara fisik dan mental mereka dan agar mereka terhindar dari pengaruh dan dampak buruk dari penggunaan gadget yang tidak tepat.(Romi Desrianto, S.Pd.I, Guru SDN 22 Lubukminturun)

Baca Juga: Dokumen Kasus Epstein Dirilis, Trump Dituduh Terlibat Dugaan Kejahatan Seksual

 

 

 

 

 

 

Editor : Novitri Selvia
#Romi Desrianto #permainan tradisional #SD Negeri 22 Lubukminturun