Usai melihat secara langsung TKP perampokan, Kapolres Limapuluh Kota mengatakan anggota Polsek Kapur IX dan Polres Limapuluh Kota tengah melakukan penyelidikan terhadap aksi kejahatan pencurian yang menewaskan korbannya tersebut.
Ketika ditanya soal apakah sudah ada tanda-tanda arah pelarian pelaku, kapolres mengatakan saat ini sedang ditelusuri jalur-jalur yang digunakan pelaku melarikan diri usai melakukan aksi kejahatannya.
”Masih diselidiki lidik oleh tim gabungan Polsek Kapur IX dan Polres Limapuluh Kota. Kita telusuri kemungkinan-kemungkinan jalur yang digunakan pelaku,” terang Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Ricardo Condrat Yusuf, Minggu (5/5) malam.
Katanya, saat Polres Limapuluh Kota juga telah membentuk tim gabungan untuk melakukn penyelidikan kasus tersebut. Selain itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi termasuk istri korban.
”Istri telah dimintai keterangan pasca operasi dan sejumlah saksi-saksi yang lain. Istri korban mengalami patah tangan dan mendapatkan perawatan dirumah sakit,” jelasnya.
Pelaku Pernah Dijumpai Korban
Sementara itu, Kasat Reskrim Limapuluh Kota Iptu Hendra mengatakan pihaknya saat ini masih di lapangan, untuk mengejar para pelaku perampokan itu. ”Diduga pelaku dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut adalah 6 laki–laki yang tidak korban ketahui identitasnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari keterangan korban, ke enam laki–laki dengan umur kisaran 30-35 tahun menggunakan masker berwarna hitam. Salah seorang pelaku menggunakan pakaian baju kaos lengan pendek warna putih dan kulit warna kuning. Sedangkan 5 pelaku lainnya korban hanya menggunakan baju kaos.
”Di antara enam pelaku, ada salah seorang pelaku yang dicurigai oleh korban yang sering dilihat di Pasar Galugua pada saat berdagang. Namun korban tidak mengetahui identitasnya. Pada saat kejadian orang tersebut menggunakan baju kaos lengan pendek warna putih dan kulit warna kuning,” ungkap Kasat Reskrim.
Untuk ciri-ciri yang yang lainnya, sebut Kasat Reskrim, korban tidak mengetahuinya. P asalnya korban dalam keadaan telungkup dan sudah tidak berdaya. “Korban dipukuli oleh pelaku dan kakinya dalam keadaan terikat menggunakan tali plastik warna kuning,” ucapnya.
Peristiwa yang cukup menggemparkan Limapuluh Kota tersebut, memicu perhatian masyarakat dan berharap agar pelaku segera bisa ditangkap, bahkan Minggu (5/5) pagi warga juga melaporkan ada penemuan dua unit kendaraan bermotor roda dua tak bertuan dan tanpa nomor polisi.
Penemuan dua unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan Honda Kharisma tersebut, juga dikaitkan warga dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. Sebab diduga dua unit motor tersebut bisa jadi milik pelaku kejahatan yang ditinggal untuk menghapus jejak kejahatan.
”Warga Jorong Tanjuang Jajaran menemukan dua unit sepeda motor tak diketahui pemiliknya di Sungai Dondan, juga tidak dilengkapi nomor polisi,” kata salah seorang warga yang minta namanya tidak dituliskan, Minggu (5/5) pagi.
”Apakah penemuan dua unit sepeda motor tersebut ada kaitannya dengan peristiwa perampokan sebelumnya masih di kroscek dulu kebenarannya,” kata Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Ricardo Condrat Yusuf melalui Paur Humas AKP Aurman seperti dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Minggu malam.
Diketahui sebelumnya, pasutri pedagang emas di Kabupaten Limapuluh Kota yang bernama Reno Putra, 43 dan istrinya Gita Mayasari, 39 mengalami perampokan di Batu Sompik, Jorong Galugua, Nagari Galuguan, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (3/5) sekira pukul 17.30. Kejadian tersebut berlangsung selama lebih kurang 30 menit dan pertolongan dari warga datang sekira pukul 20.00.
”Pelaku pada saat mendatangi korban hanya berjalan kaki. Dan pada saat meninggalkan lokasi kejadian pelaku menggunakan sepeda motor sebanyak 2 unit. Di mana sepeda motor tersebut merupakan sepeda motor bebek dengan knalpot brong,” ungkap Kasat Reskrim seraya mengatakan berdasar bunyi suara knalpot sepeda motor pelaku pergi ke arah Tanjungjajaran.
Ia mengatakan cara pelaku melakukan perbuatan tersebut adalah dengan cara memukuli korban dan suami korban menggunakan tangan dan kayu karet berulang kali. Hingga korban tidak berdaya dan mengambil tas milik korban yang berisikan uang tunai dan emas.
”Selain menggunakan kayu dan tangan pada saat kejadian salah seorang pelaku ada mengeluarkan mainan yang menyerupai senjata api. Pada saat itu korban mengetahui benda tersebut merupakan mainan karena sempat ditembakan ke kaki suami korban. Memang terdengar suara letusan namun tidak ada reaksi dari suami korban setelah ditembak tersebut,” ucap Kasat Reskrim.
Setelah pelaku meninggalkan lokasi kejadian, kata Kasat Reskrim, korban berusaha untuk menghampiri suaminya yang berjarak lebih kurang 10 meter tepatnya di dalam parit jalan sebelah kanan.
”Pada saat itu korban tidak bisa menolong korban karena korban merasa sakit dibagian kanannya. Saat itu korban masih sempat berbincang – bincang dengan suaminya dan menanyakan handphone. Korban pun mencari handphone milik suami korban di dalam sakunya ternyata handphonenya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut suami korban meninggal dunia. Korban mengalami patah tulang sebanyak di tangan sebelah kiri, rahang patah, luka lebam dan luka robek dibagian wajah dan di dada. “Serta mengalami kerugian material sebesar lebih kurang Rp 1.700.000.000, dengan rician 500 emas dan uang tunai sebanyak Rp. 250 juta,” tukasnya Kasat Reskrim.
Sebelumnya, aksi kejahatan perampokan dilakukan komplotan pencuri sebanyak enam orang yang mengendarai tiga unit sepeda motor sekitar pukul 18.00, Jumat menjelang Magrib.
Para pelaku menghadang korban, Reno Putra, 42, dan istrinya, Gita Mayasari saat menuju Jorong Galugua menggunakan sepeda motor Kawasaki KLX. Namun di jalan sepi menuju Jorong Galugua, persisnya di Kawasan Batu Sompik, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Limapuluh Kota, dihadang oleh para pelaku.
Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, korban merupakan pedagang emas yang hendak berdagang di pasar Nagari Galugua pada Jumat malam tersebut. Nahas kedua korban dihadang oleh para pelaku dan mengambil emas dagangan serta perhiasan milik korban. Sementara motor milik korban dibuang ke jurang yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
Pada aksi tersebut korban Reno Putra dianiaya para pelaku diduga dengan benda tumpul di lokasi kejadian hingga nyawanya tidak dapat ditolong. Sementara Gita Mayasari mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya akibat dipukuli para pelaku.
Usai menggasak emas dagangan dan perhiasan korban dan menganiaya salah satu korban, enam orang pelaku meninggalkan korban,” Pelaku mengendarai sepeda motor menuju Jorong Tanjuang Jajaran yang bisa tembus ke Provinsi Riau,” sebut salah seorang warga menuturkan kembali pengakuan korban Gita Mayasari.
Disampaikan kapolres, kejadian diketahui pertama kali saksi, Rio Bagasra, seorang Kepala Jorong Tanjuang Jajaran pulang dari mengantarkan Wali Nagari Galugua ke Jorong Galugua. Kemudian sekitar pukul 18.00 tiba di Batu Sompik dan mendengar ada suara wanita meminta tolong. Kemudian langsung mencari sumber suara dan melihat seorang wanita yang telah tergeletak dengan mata lebam dan berlumuran darah, hingga memberitahukan masyarakat lainnya.
“Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek Kapur IX, Limapuluh Kota, Iptu Deby Kurnia Putra bersama anggota Polsek langsung menuju lokasi serta melakukan olah TKP, mencatat nama saksi dan mengumpul informasi terkait peristiwa kejahatan yang menewaskan salah seorang korban tersebut,” ditambahkan Kepala Urusan (Paur) Humas Polres Limapuluh Kota, AKP Aurman. (fdl)
Editor : Novitri Selvia