Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ustadz Adi Hidayat, Letakkan Batu Pertama Pesantren Mira Institute

Syamsu Ridwan • Senin, 25 Agustus 2025 | 13:45 WIB
Ustad Adi Hidayat didampingi Rektor Universitas Tripoli, Prof. Abubakar, dan Wali Nagari Harau, Sukri Andi, saat peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Mira Institute. Minggu (24/8).
Ustad Adi Hidayat didampingi Rektor Universitas Tripoli, Prof. Abubakar, dan Wali Nagari Harau, Sukri Andi, saat peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Mira Institute. Minggu (24/8).

PADEK.JAWAPOS.COM-Ustad Adi Hidayat (UAH) secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pesantren Mira Institute di Jorong Gantiang, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu pagi, (24/8)

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Tripoli Libya, Prof. Abubakar, Wali Nagari Harau, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Pesantren yang akan dibangun di kawasan Lembah Harau ini memiliki pendekatan berbeda dibanding pesantren pada umumnya.

Ustad Adi Hidayat, yang juga merupakan pembina Pesantren Quantum Akhyar Institut, menjelaskan bahwa Pesantren Mira Institute secara khusus dirancang untuk mencetak ulama di bidang Al-Qur’an, Hadis, dan Fikih.

“Tahun ini, kami membangun tiga pesantren serupa di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yaitu di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan,” ujar UAH dalam sambutannya.

Ia menambahkan, santri di pesantren ini tidak hanya akan mempelajari ilmu agama, tetapi juga akan dibekali pemahaman tentang tata kelola adat dan kearifan lokal masyarakat sekitar. Sekitar 75 persen santri berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Dalam hal desain, pembangunan pesantren akan mengadopsi bentuk Rumah Gadang, sebagai upaya untuk mengenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Minangkabau.

Pesantren Mira Institute akan menyelenggarakan pendidikan tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Selain itu, para santri juga berkesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui beasiswa di Universitas Tripoli, Libya.

Wali Nagari Harau, Sukri Andi, menyampaikan apresiasi atas pembangunan pesantren tersebut. Dalam sambutannya, ia menyatakan rasa bangga dan antusiasme masyarakat terhadap kunjungan Ustad Adi Hidayat.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa bertemu langsung dengan Ustad Adi Hidayat. Kami berharap niat mulia beliau dapat tercapai,” ucapnya.

Wali Nagari juga mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.

“Kami juga berharap Lembah Harau senantiasa terhindar dari bencana, apalagi saat ini sedang musim kemarau. Kehadiran Ustad diharapkan membawa berkah,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Tripoli, Prof. Abubakar, menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam Lembah Harau. Melalui penerjemahan oleh Ustadz Adi Hidayat, ia menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas pembangunan pesantren ini.

“Terima kasih atas kehadiran semua. Semoga pertemuan ini membawa kebaikan bagi Harau dan Indonesia. Saya berharap pesantren ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat Islam, menghasilkan ulama yang berkontribusi positif bagi bangsa,” ujar Prof. Abubakar.

Ia juga menambahkan bahwa suasana alam pegunungan dan sumber air yang melimpah di Harau diharapkan mampu membantu para santri berpikir jernih dan melahirkan ide-ide yang bermanfaat. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Ustadz Adi Hidayat #Pesantren Mira Institute #Wali Nagari Harau #Universitas Tripoli Libya #Abubakar #Sukri Andi