Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

ISI Padangpanjang Hidupkan Kembali Sanggar Kincuang Sarumpun lewat Program PISN

Arfidel Ilham • Jumat, 12 Desember 2025 | 10:38 WIB

BERSEMANGAT: Dosen ISI Padangpanjang, Nursyirwan, bersama Sanggar Kincuang Sarumpun yang kembali menggeliatkan seni tradisi di Limapuluh Kota.
BERSEMANGAT: Dosen ISI Padangpanjang, Nursyirwan, bersama Sanggar Kincuang Sarumpun yang kembali menggeliatkan seni tradisi di Limapuluh Kota.

PADEK.JAWAPOS.COM-Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun 2025 merilis perkembangan terbaru program “Transformasi Seni Tradisi sebagai Katalis Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Digital.”

“Program ini difokuskan pada revitalisasi Sanggar Seni Kincuang Sarumpun yang berada di Jorong Puadata, Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, sebuah sanggar tradisi yang sebelumnya mengalami stagnasi panjang setelah pandemi,” terang Ketua Tim Pelaksana Program, Dr. Nursyirwan.

Ia bersama tim dosen dan mahasiswa ISI Padangpanjang menghidupkan kembali aktivitas seni tradisi melalui pelatihan, penguatan kapasitas anggota, pendampingan organisasi, serta integrasi literasi digital.

“Serangkaian pelatihan musik tradisional dan Randai yang dilakukan berhasil mengembalikan antusiasme generasi muda untuk terlibat aktif. Jumlah peserta yang meningkat pada setiap sesi menunjukkan bahwa ruang kreatif yang sempat terhenti kini kembali bergairah,” tambah Nursyirwan.

Kehadiran tokoh masyarakat dan perangkat nagari dalam beberapa sesi latihan turut memperkuat dukungan sosial terhadap perkembangan sanggar.

Di antaranya, Kepala Jorong Puadata, Fandes Trisman, selalu mendampingi tim pelaksana PISN di setiap sesi latihan. Selain itu, Wali Nagari Koto Tinggi, Insanul Rijal, juga secara aktif menghadiri beberapa sesi latihan.

Selain itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Dodi Arestu, turut menghadiri sesi latihan dan memberikan motivasi kepada anggota sanggar secara langsung.

Ketua KAN, ninik mamak, dan bundo kanduang juga menghadiri beberapa sesi latihan. Meskipun pelatihan formal mengenai tata kelola sanggar belum dilaksanakan, pola manajemen sanggar menunjukkan perbaikan.

Ketua sanggar, Sri Rahma Wulandari, mulai lebih aktif mengatur jalannya kegiatan, mengoordinasikan anggota, dan memastikan keteraturan latihan.

“Anggota sanggar juga mulai menjalankan peran sesuai kapasitas masing-masing, dari menyiapkan peralatan hingga membantu pengelolaan komunikasi internal. Perubahan ini menunjukkan kembalinya dinamika organisasi yang sebelumnya melemah,” kata Nursyirwan.

Aktivitas sanggar kembali rutin digelar dengan mengangkat kembali identitas sosial Sanggar Kincuang Sarumpun di tengah masyarakat. Warga melihat sanggar sebagai ruang budaya yang hidup dan bermanfaat bagi generasi muda.

Bahkan, perkembangan ini turut memotivasi jorong lain untuk mengaktifkan kembali sanggar mereka setelah melihat kemajuan yang dicapai Sanggar Kincuang Sarumpun.

Dalam aspek artistik, kemampuan anggota dalam memainkan alat musik tradisional dan Randai terus berkembang.

Konsistensi latihan membuat anggota lebih menguasai teknik dasar, sementara eksplorasi aransemen dan pengembangan variasi pertunjukan mulai membuka jalan menuju karya baru yang berakar pada nilai budaya Minangkabau namun lebih relevan bagi generasi masa kini.

Ketersediaan peralatan baru yang telah diremajakan turut menunjang proses latihan dan menambah semangat anggota.
Digitalisasi menjadi elemen penting dalam program ini.

Pendampingan terkait pembuatan konten, pengelolaan media sosial, dan pemanfaatan teknologi dilakukan untuk meningkatkan visibilitas sanggar.

Akun media sosial sanggar kembali aktif dan mulai berfungsi sebagai ruang publikasi, dokumentasi, dan pembelajaran seni secara daring.

Kehadiran konten digital memungkinkan generasi muda mengakses materi seni tradisi melalui format yang dekat dengan keseharian mereka.

“Sebagai agenda besar yang akan datang, karya inovatif hasil pengembangan sanggar akan dipertunjukkan pada peringatan Hari Bela Negara di Tugu PDRI Koto Tinggi pada 19 Desember 2025. Pertunjukan ini menjadi momentum penting bagi Sanggar Kincuang Sarumpun untuk menunjukkan kebangkitan dan perkembangan mereka di hadapan publik luas, termasuk tokoh-tokoh daerah yang secara rutin menghadiri acara tersebut,” tutup Nursyirwan. (fdl)

 

Editor : Novitri Selvia
#Gunuang Omeh #Nursyirwan #PISN #isi padangpanjang #Sanggar Seni Kincuang Sarumpun