Peningkatan arus kendaraan terlihat dari dua arah, yakni dari jalur Payakumbuh menuju Bukittinggi serta dari arah sebaliknya.
Kendaraan yang melintas dari arah Payakumbuh menuju Bukittinggi didominasi oleh kendaraan luar daerah. Hal ini terlihat dari banyaknya kendaraan dengan pelat nomor dari luar Sumatera Barat.
Beberapa pelat nomor yang terlihat di antaranya berasal dari BM (Riau), BK (Sumatera Utara), serta BL (Aceh). Di antara ketiganya, kendaraan dengan pelat BM dari Riau tampak paling mendominasi arus kendaraan.
Sementara itu, arus kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Payakumbuh lebih banyak didominasi kendaraan berpelat Sumatera Barat.
Kendaraan tersebut diduga merupakan mobilitas masyarakat lokal yang melintasi jalur tersebut.
Salah Satu Simpul Lalu Lintas Penting
Simpang Piladang merupakan salah satu titik pertemuan arus kendaraan penting di wilayah Sumatera Barat.
Lokasi ini menjadi jalur strategis bagi kendaraan yang melintas di jalur lintas Sumatera, khususnya yang menghubungkan wilayah Sumatera Barat dengan sejumlah provinsi tetangga.
Karena fungsinya sebagai simpul pertemuan arus kendaraan, kawasan ini kerap menjadi titik yang mengalami peningkatan volume kendaraan saat periode libur panjang maupun musim mudik.
Lalu Lintas Terpantau Ramai Lancar
Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas di kawasan Simpang Piladang hingga saat ini masih terpantau ramai lancar.
Kendaraan masih dapat melintas tanpa hambatan berarti, meskipun kepadatan arus mulai terasa dibanding hari-hari biasa.
Dengan semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran, volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut diperkirakan akan terus meningkat.
Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati serta mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kemacetan maupun kecelakaan di jalan raya.(*)
Editor : Hendra Efison