Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernardino, menyebut program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses transportasi.
“Program ini tidak sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga upaya menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat. Tahun ini merupakan pelaksanaan keempat,” ujarnya.
Dua Rute Perjalanan Mudik
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menjelaskan bahwa program mudik gratis dibagi dalam dua rute perjalanan.
Keberangkatan pertama dilakukan pada 16 Maret 2026 dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju Tuapejat, dengan sejumlah titik singgah, seperti Labuhan Bajau, Sikabaluan, dan Muara Saibi.
“Sementara itu, keberangkatan kedua dilakukan pada 18 Maret dari Tuapejat menuju Padang,” kata Hernes.
Program ini memfasilitasi ratusan warga Mentawai untuk melakukan perjalanan laut menuju kampung halaman dalam rangka merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Apresiasi dari Pemkab Mentawai
Program mudik gratis ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Asisten III Bidang Administrasi Umum, Motisokhi Hura, yang hadir dalam pelepasan pemudik, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang. Program ini sangat berarti bagi warga Mentawai, terutama yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga pada kesempatan penting lainnya.
Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Program mudik gratis PT Semen Padang tidak hanya menyediakan transportasi, tetapi juga perlengkapan perjalanan bagi peserta.
Wiwik Syamsuar, salah seorang pemudik asal Mentawai, mengaku telah beberapa kali mengikuti program tersebut dan merasakan manfaatnya.
“Peserta mudik tidak hanya mendapatkan tiket gratis, tetapi juga perlengkapan perjalanan seperti pakaian, air mineral, dan makanan ringan. Hal-hal kecil ini sangat berarti, apalagi untuk perjalanan laut yang panjang,” katanya.
Suasana Haru di Dermaga
Menjelang keberangkatan, suasana haru terasa di dermaga saat para pemudik mulai menaiki kapal satu per satu.
Lambaian tangan keluarga dan kerabat mengiringi keberangkatan mereka, dengan harapan dapat kembali berkumpul dan merayakan Lebaran bersama.
Perlahan, kapal meninggalkan dermaga, membawa ratusan pemudik menuju kampung halaman dengan tujuan yang sama, yakni berkumpul bersama keluarga dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan.(*)
Editor : Hendra Efison