Dari ratusan student-athlete terpilih dari penjuru Indonesia pada KFC DBL Camp 2023 terdapat dua orang pebasket putri dari Sumbar. Keduanya ikut seleksi di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Selasa (9/5/2023). Selama sepekan ke depan, tepatnya hingga Minggu (14/5/2023).
Dua pebasket putri Sumbar itu adalah Fanya Roza Andriani dari SMAN 1 Guguak Limapuluh Kota dan Rohani Sasmita dari SMA Adabiah 2 Padang. Fanya dan Rohani terpiljh setelah mengikuti Honda DBL West Sumatera Series 2022 pada Agustus lalu.
Berkat penampilan menawannya bersama SMAN 1 Guguak, Fanya Roza terpilih masuk dalam KFC First Team seri Sumatera Barat. Kemudian dia berangkat menuju KFC DBL Camp pada Mei 2023.
Nah, di sinilah tantangan bagi Fanya Roza. Ia harus memiliki tenaga ekstra dalam membagi waktu antara basket dan sekolah.
“Ayah sama ibu sempat engga bolehin ikut basket. Soalnya kan sudah kelas 12 jadi harus fokus belajar,” ungkapnya. Jurus merayu Fanya Roza pun dikeluarkan demi mendapat izin dari kedua orang tuanya.
“Tapi aku coba meyakinkan ayah sama ibu buat boleh ikut DBL. Apalagi kan ini tahun terakhir terus juga event terbesar buat anak SMA. Beliau berdua luluh juga akhirnya,” sambungnya kepada dbl.id.
Ketika namanya masuk skuad KFC First Team seri Sumatera Barat, ia mengaku ayah dan ibunya sempat kaget dan senang.
“Awalnya ayah sama ibu kaget waktu tahu lolos buat berangkat ikut KFC DBL Camp, senang sih mereka berdua,” imbuhnya.
Perjalanan Fanya Roza semakin tidak mudah. Di satu sisi ia harus tetap menjaga sentuhan. Pada sisi lainnya ia juga sedang menata masa depan.
“Engga mudah sih, aku juga saat ini sudah latihan. Tapi selepas SMA aku pengennya kuliah ambil jurusan olahraga,” cetusnya.
Bagaimana dengan Rohani Sasmita? Salah satu pemain andalan Adabiah 2 Padang ini awalnya terpilih masuk jajaran KFC First Team. Ia adalah Rohayu Sasmita, pemilik nomor punggung empat dari Adabiah 2 Padang.
Musim keduanya berseragam Adabiah 2 Padang, Rohayu Sasmita tampil jauh lebih tenang dan efektif. Total ia mengoleksi 55 poin dari 4 pertandingan musim ini. Tidak heran jika namanya masuk dalam skuad KFC First Team yang nantinya berangkat menuju KFC DBL Camp pada Mei 2023.
Pencapaian yang terbilang apik bagi dirinya mengingat musim ini menjadi musim terakhirnya berseragam Adabiah 2 Padang. Selepas menamatkan SMA, Rohayu Sasmita ingin menjajal seleksi IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri).
“Rencananya mau lanjut ke IPDN. Tapi kalau engga tembus ya mau kuliah sih. Pengennya sih ke universitas yang basketnya aktif,” ujarnya.
Tersisa waktu beberapa bulan saja, ia mempersiapkan betul untuk seleksi masuk tes IPDN, “Sekarang sudah mempelajari soal-soal SKD sih, sama latihan fisik juga,” imbuhnya.
Salah satu universitas yang ia inginkan adalah Universitas Andalas, “Kalau di dalam provinsi rencananya sih ke Universitas Andalas. Kalau di luar provinsi masih ragu,” cetusnya kepada dbl.id.
Fanya dan Rohani bersaing dengan 244 campers (sebutan peserta KFC DBL Camp). Total campers terdiri dari 126 putra dan 126 putri, serta 54 pelatih. Mereka digembleng pada pelatihan basket pelajar terbesar se-Indonesia.
Ratusan jagoan basket tingkat pelajar terpilih itu mewakili 31 kota dari 23 provinsi dari Aceh hingga Papua. Mereka akan menerima pelatihan oleh sederet pelatih-pelatih top kaliber dunia dari World Basketball Academy (WBA) Australia.
Dipimpin oleh Andrew Vlahov, legenda basket Australia yang menjadi bagian timnas basket Negeri Kangguru pada empat edisi Olimpiade (1988, 1992, 1996, dan 2000).
Lalu ada juga Shane Froling, Michael Lake, Makaila Dyer, dan terakhir ada Mick Downer, sosok pelatih muda yang punya prestasi mentereng di NBL Australia dan ikut andil menjadi bagian timnas Australia pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro sebagai asisten pelatih.
Sedangkan dari DBL Academy ada Dimaz Muharri, Erwin Triono, Didit Pamungkas, dan Madya Firman. Dua legenda basket Indonesia, Rony Gunawan dan Andrie Ekayana, serta dua alumni DBL Indonesia All-Star, Regita Pramesti dan Faizzatus Shoimah.
Tiba di Jakarta hari Senin (8/5/2023), seluruh campers menjalani medical check up dan measurement test. Untuk kebutuhan mendata riwayat kesehatan dan potensi cidera, serta mencatat profiling para campers yang ikut.
Pengecekan kesehatan ini dilakukan oleh tenaga medis ahli dari Primaya Hospital, Sport Clinic & Orthopedic Center. Kesehatan dan keluhan campers jadi poin utama yang diperiksa oleh tim dokter.
Menginjak hari kedua (Selasa, 9 Mei 2023), para campers melakukan agenda yang padat. Mulai dari beep test, skills challenges, dan juga drilling skills yang terbagi menjadi delapan station. Tiga Hall GOR Soemantri Brodjonegoro (Hall A, B, dan C) menjadi saksi kerja keras para campers mewujudukan mimpi merebut tiket berangkat ke Amerika.
Beep test sudah menjadi aktivitas wajib bagi campers untuk mengukur tingkat ketahanan mereka. Skill challenges sendiri juga menjadi menu wajib yang harus disantap oleh campers. Metode ini kerap kali kita temui di laga NBA All-Stars.
Campers dituntut untuk mengeluarkan modal latihan selama ini seperti menembak, mengumpan, dan melantun (dribble). Nantinya, waktu mereka akan dicatat untuk mengetahui ketepatan para campers dalam mengeksekusi tantangan fundamental ini. Selanjutnya ada drilling skills yang terbagi menjadi delapan station.
“Kami selalu antusias setiap kali hadir ke Indonesia. Bersama DBL Indonesia untuk melatih dan mengembangkan potensi luar biasa anak-anak muda yang penuh talenta basket dan semangat untuk berkembang. Saya sangat terkesan karena tahun ini, KFC DBL Camp digelar di Jakarta. Kami sudah punya rekam jejak perjalanan yang selalu sukses di Surabaya sejak 2010 lalu. Tentunya, kali ini akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” terang Vlahov, Director WBA Australia.
Dari ratusan peserta, nantinya akan disaring menjadi Top 50 Campers. Lalu diseleksi lagi menjadi Top 24 Campers. Hingga terpilih 12 pemain putra dan putri terbaik, yang disebut sebagai skuad elite KFC DBL Indonesia All-Star 2023. Dipilih juga pelatih dan asisten pelatih terbaik untuk masing-masing mendampingi tim putra dan putri.
Ke-12 pemain putra dan putri, serta total empat pelatih terbaik yang menyandang KFC DBL Indonesia All-Star 2023 itulah nantinya yang berhak diterbangkan ke Amerika Serikat sekitar Juli mendatang. Di negeri Paman Sam itu, mereka bakal belajar dan berlatih dengan beberapa pelatih top NBA, serta bertanding pada turnamen kelompok usia pelajar SMA di sana.
Sementara itu, ada alasan tersendiri dipilihnya Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan, setelah pada tahun-tahun sebelumnya sejak 2008, pelatihan basket pelajar terbesar dan terbaik Tanah Air ini selalu digelar di Surabaya, kota asal lahirnya DBL Indonesia.
”Selama ini kami menggelar di Surabaya karena DBL Indonesia memiliki seluruh fasilitas yang menunjang. Namun, kami senang sekali karena KFC DBL Camp 2023 akhirnya hadir dan terselenggara di Jakarta. Ini adalah sebuah kehormatan, dan dari dulu sebenarnya kami ingin mewujudkannya. Sekaligus kami ingin menunjukkan konsistensi kegiatan ini (KFC DBL Camp) kepada khalayak luas, bahwa setiap tahunnya kami selalu konsisten mengumpulkan student-athlete terbaik dari yang terbaik seluruh Indonesia untuk mendapatkan pelatihan basket kelas dunia,” terang Masany Audri, Direktur DBL Indonesia.(rel/esg) Editor : Admin Padek