Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena menjadi debut resmi Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala Brasil.
Laga ini juga menjadi ujian penting bagi skuad Selecao yang sedang berjuang mempertahankan posisi aman di zona lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Brasil saat ini menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan 21 poin dari 14 pertandingan.
Posisi Vinicius Junior dan rekan-rekannya belum aman karena hanya unggul tiga poin dari Venezuela yang berada di zona playoff (peringkat ketujuh).
Sementara itu, Ekuador berada satu tingkat di bawah dengan 20 poin dan memiliki peluang besar untuk menggusur posisi Brasil jika menang di kandang sendiri.
Sementara itu, Carlo Ancelotti diperkirakan akan memainkan formasi fleksibel dengan skuad penuh bintang.
Estevao Jadi Pusat Perhatian
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Estevao, bintang muda berusia 18 tahun yang bermain untuk Palmeiras.
Ia sudah mencatatkan empat penampilan bersama Timnas Brasil dan mengoleksi total 79 menit bermain.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Ancelotti mengungkapkan kekagumannya terhadap bakat Estevao.
“Saya belum melihatnya secara langsung, hanya lewat video dan televisi. Tapi saya melihat apa yang semua orang lihat: dia punya bakat luar biasa dan spesial. Dia masih muda dan harus belajar banyak. Namun, dia tampak seperti anak yang rendah hati dan berkepribadian kuat,” ujar Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu juga menambahkan bahwa Estevao harus bersabar dalam menemukan perannya di tim nasional, tetapi ia memiliki semua atribut untuk menjadi pemain penting di masa depan.
Media-media Brasil memperkirakan Estevao berpeluang tampil sebagai starter melawan Ekuador.
Saat ditanya tentang susunan pemain inti, Ancelotti enggan memberikan konfirmasi. “Mengatakan itu berlebihan (tertawa). Saya ingin melihat tim yang bisa bersaing, bertarung, bermain sepak bola dengan baik, dan menunjukkan kemampuan kami. Semua pemain punya kapasitas luar biasa,” jelasnya.
Ancelotti menyebut bahwa ia tidak terikat pada satu formasi baku dan lebih memilih pendekatan fleksibel.
Brasil bisa bermain dalam pola 4-3-3 atau 4-4-2, tergantung kebutuhan, dengan penekanan pada organisasi pertahanan dan kreativitas saat menguasai bola.
Bintang Real Madrid, Vinicius Jr., dipastikan dalam kondisi fit setelah pulih dari cedera pergelangan kaki.
Ancelotti menyatakan bahwa sang pemain sangat termotivasi untuk tampil maksimal bersama tim nasional.
“Vini baik-baik saja. Dia pulih dari cedera terakhirnya dan kembali dengan motivasi tinggi. Kami berharap yang terbaik darinya, seperti yang selalu ia tunjukkan bersama Real Madrid. Dia adalah pemain fundamental bagi kami,” kata Ancelotti.
Kesan Pertama Ancelotti
Pelatih berpengalaman itu juga membagikan kesannya selama minggu pertamanya menangani Timnas Brasil.
Ia memuji struktur organisasi tim dan semangat para pemain.
“Ini minggu yang luar biasa dan intens. Saya mengenal struktur tim nasional yang sangat baik. Para pemain datang dengan semangat dan antusiasme besar. Kami siap menghadapi ujian besar melawan Ekuador. Mereka tim yang terorganisir dan kompetitif. Ini akan menjadi tes penting bagi kami,” ujarnya.
Format Kualifikasi CONMEBOL
Dalam sistem kualifikasi CONMEBOL untuk Piala Dunia 2026, enam tim teratas langsung lolos ke putaran final.
Tim peringkat ketujuh harus menjalani babak playoff antarkonfederasi yang melibatkan wakil dari Asia, Afrika, Oseania, dan Concacaf.
Empat tim dengan ranking FIFA terendah di playoff akan bermain di semifinal satu leg, dan pemenangnya akan menghadapi dua tim dengan ranking tertinggi untuk memperebutkan dua tiket terakhir ke Piala Dunia.
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan total 48 tim peserta.(*)
Editor : Heri Sugiarto