Pertandingan semifinal berlangsung ketat sejak awal. Mesir memilih bertahan dalam blok rendah, sementara Senegal kesulitan membangun peluang.
Peluang nyata pertama terjadi pada menit ke-19 ketika Nicolas Jackson melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti, namun bola melambung di atas mistar gawang.
Kapten Senegal, Kalidou Koulibaly, terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera pada menit ke-23.
Sebelumnya, Koulibaly menerima kartu kuning yang otomatis membuatnya absen di final. Hingga turun minum, skor masih 0-0.
Babak Kedua: Dominasi Senegal Berbuah Gol
Di awal babak kedua, kedua pelatih melakukan pergantian pemain. Habib Diarra digantikan Lamine Camara untuk Senegal, sedangkan Trezeguet masuk menggantikan Ahmed Fatouh untuk Mesir.
Senegal tetap mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan lawan.
Mane akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-78. Dari tepi kotak penalti, penyerang Al Nassr itu menempatkan bola ke sisi gawang El Shenawy, membawa Senegal unggul 1-0.
Mesir berusaha mengejar ketertinggalan di menit akhir, meninggalkan ruang di lini belakang. Camara memberikan umpan kepada Pape Gueye, yang melepaskan tembakan tinggi pada menit ke-82.
Peluang terakhir Mesir tercipta pada masa tambahan waktu (90+5’), namun tembakan pertama mereka tepat sasaran berhasil diantisipasi kiper Edouard Mendy.
Senegal Pastikan Tempat di Final AFCON 2025
Dengan kemenangan tipis ini, Senegal lolos ke final AFCON 2025, menjadi final ketiga dalam empat edisi terakhir sejak 2019.
Di partai puncak, Senegal akan menunggu pemenang laga antara Nigeria dan Maroko di Prince Moulay Abdellah Sports.
Kemenangan ini mempertegas konsistensi Senegal di kompetisi kontinental. Tim berjuluk Lions of Teranga kini mempersiapkan diri menghadapi pertandingan final yang dijadwalkan akan berlangsung pekan depan.(*)
Editor : Heri Sugiarto