Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Maroko Tempuh Jalur Hukum atas Insiden Final AFCON, CAF Tinjau Rekaman, Thiaw Minta Maaf

Heri Sugiarto • Selasa, 20 Januari 2026 | 00:27 WIB

Sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas pemberian penalti di waktu tambahan kepada Maroko.(Foto: Reuters)
Sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas pemberian penalti di waktu tambahan kepada Maroko.(Foto: Reuters)
PADEK.JAWAPOS.COM-Federasi Sepak Bola Maroko mengumumkan langkah hukum yang akan ditempuh setelah insiden final Piala Afrika (AFCON) 2025, Senin (19/1/2026).

Federasi menyampaikan bahwa mereka membawa kasus tersebut ke Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait keputusan Senegal meninggalkan lapangan usai penalti diberikan untuk Maroko.

Federasi menilai keputusan tersebut memengaruhi jalannya pertandingan dan performa pemain.

Mereka menegaskan bahwa penalti itu dinilai sah oleh para ahli. Selain itu, federasi menyampaikan terima kasih kepada suporter yang mendukung “Singa Atlas”.

CAF Kecam Perilaku Tidak Pantas dalam Laga Final

Sementara itu, CAF mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam perilaku tidak pantas sejumlah pemain dan ofisial saat laga final.

Dalam pernyataan itu, CAF menegaskan, “CAF mengecam keras setiap perilaku tidak pantas dalam pertandingan, terutama yang ditujukan kepada perangkat pertandingan atau panitia pelaksana.”

Selain itu, CAF menyatakan sedang meninjau seluruh rekaman pertandingan. Hasil peninjauan akan diserahkan kepada badan berwenang untuk tindakan lebih lanjut.

Bab Thiaw Minta Maaf dan Jelaskan Aksi Protes

Sebelumnya, Pelatih Senegal Bab Thiaw menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar sepak bola atas kekacauan yang terjadi di final.

Ia menjelaskan bahwa aksinya meminta pemain masuk ke ruang ganti terjadi karena ketidaksepakatan mereka terhadap keputusan wasit.

“Momen itu kami tidak setuju dengan keputusan wasit, karena gol Senegal dianulir tanpa melihat VAR. Itu saja. Saya tidak ingin kembali ke detail pertandingan. Setelah saya pikirkan, saya tidak suka bahwa saya meminta para pemain keluar. Saya meminta maaf kepada para penggemar sepak bola. Setelah berpikir, saya membawa mereka kembali ke lapangan. Kita tahu apa yang terjadi setelah itu,” ujar Thiaw, dikutip dari BeiN Sport.

Ketika ditanya apakah tindakannya adalah sebuah kesalahan, Thiaw menambahkan, “Kadang kita bisa bereaksi dengan emosi. Kami bertanya-tanya: apakah itu benar-benar penalti? Karena sebelumnya kami mencetak gol yang tidak dihitung. Tapi kami menerima kesalahan wasit, itu terjadi. Kami seharusnya tidak melakukan apa yang kami lakukan, tapi itu sudah terjadi, dan sekarang kami meminta maaf kepada para penggemar sepak bola.”

Rangkaian Insiden Menjelang Laga Dilanjutkan

Ketegangan meningkat ketika Senegal memprotes penalti yang diberikan kepada Maroko pada masa tambahan waktu. Para pemain meninggalkan lapangan setelah diarahkan oleh Thiaw, sebelum Sadio Mane mendorong rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan.

Setelah itu, penalti Maroko yang dieksekusi Ibrahim Díaz gagal masuk. Senegal kemudian mencetak gol kemenangan pada babak tambahan pertama dan memastikan gelar.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#CAF #AFCON 2025 Final #Insiden final Piala Afrika 2025 #senegal #maroko #fifa