Inter Dominan, Peluang Beruntun Sejak Menit Awal
Sejak kickoff, Inter langsung menekan melalui upaya Federico Dimarco yang mengirim umpan silang dari kiri kepada Sebastiano Esposito. Sundulan Esposito menjadi peringatan awal bagi tim tamu yang memilih merapatkan lini belakang untuk meredam tekanan.
Pada menit ke-9, Esposito kembali mendapat peluang melalui sundulan setelah menerima umpan Luis Henrique. Meski tidak membahayakan, peluang tersebut menegaskan dominasi Inter yang hampir sepenuhnya menguasai wilayah permainan Bodø/Glimt dalam sepuluh menit pertama.
Peluang lain datang empat menit kemudian ketika Marcus Thuram berlari menembus pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan yang melebar, meskipun bendera offside sudah terangkat. Dua menit kemudian, Dimarco memaksa kiper Nikita Haikin melakukan penyelamatan atas tendangan kaki kirinya.
Sorakan suporter tuan rumah terdengar keras, memberikan dorongan tambahan bagi Inter yang membutuhkan dua gol untuk memaksakan laga ke perpanjangan waktu.
Tekanan Tanpa Gol dan Respons Bodo/Glimt
Pada menit ke-23 hingga 24, Inter kembali mengancam melalui situasi bola mati. Alessandro Bastoni menyundul bola hasil tendangan sudut, tetapi arah bola masih melambung tinggi.
Meski terus ditekan, Bodø/Glimt beberapa kali memaksa Inter membangun serangan dari area sendiri untuk mengurangi intensitas permainan. Namun dominasi penguasaan bola Inter tetap terlihat jelas.
Davide Frattesi mendapatkan peluang terbaik Inter sejauh babak pertama berjalan pada menit ke-28. Sundulannya dari sepak pojok nyaris membuka skor, tetapi Haikin kembali melakukan penyelamatan gemilang.
Dua menit setelahnya, Esposito kembali menguji kiper lawan melalui sundulan yang mudah diamankan.
Piotr Zielinski mencoba memberikan variasi serangan berikutnya. Setelah melewati dua pemain, ia melepaskan tembakan melengkung menggunakan kaki kanan, tapi bola melenceng dari target.
Ancaman Balasan Bodo/Glimt dan Keputusan VAR
Bodø/Glimt baru menciptakan peluang nyata pada menit ke-36 ketika Hakon Evjen menyambut umpan silang dengan sundulan berbahaya. Yann Sommer merespons cepat dengan menepis bola.
Menjelang akhir babak pertama, Inter menuntut penalti setelah umpan silang Frattesi mengenai Elias Hagen Berg. Tayangan ulang memperlihatkan bola mengenai bagian bawah ketiak, dan VAR mengonfirmasi keputusan wasit untuk melanjutkan permainan tanpa penalti.
Hingga turun minum, skor tetap 0-0. Inter mencatat 216 operan dalam 35 menit pertama, jauh di atas 70 operan milik Bodo/Glimt, namun gol yang dibutuhkan belum tercipta. Babak kedua akan menjadi penentu bagi kedua tim dalam laga playoff ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto