
Penulis : Ifadli Zaksti Akbar dkk - Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Padang
DI ruang kelas, proses belajar seharusnya berlangsung dalam suasana yang tenang, nyaman, dan mendukung siswa untuk fokus memahami pelajaran. Namun, kenyataan di lapangan sering menunjukkan hal yang berbeda.
Masih banyak kelas yang justru dipenuhi suara obrolan, candaan berlebihan, siswa yang tidak memperhatikan guru, hingga perilaku saling mengganggu antar teman.
Kondisi seperti ini membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif dan pembelajaran pun tidak berjalan secara maksimal.
Suasana kelas yang tidak kondusif bukanlah persoalan sepele. Kelas yang ribut, kurang tertib, dan tidak terkelola dengan baik dapat menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.
Siswa menjadi sulit berkonsentrasi, materi tidak terserap dengan baik, dan guru kesulitan menyampaikan pembelajaran secara efektif.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kualitas proses belajar akan menurun dan hasil belajar siswa pun ikut terdampak.
Permasalahan ini tidak muncul begitu saja. Ada banyak faktor yang memengaruhi suasana kelas menjadi tidak kondusif.
Salah satu faktor utama adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Siswa yang tidak memiliki dorongan belajar cenderung mudah bosan, kurang bersemangat, dan lebih tertarik melakukan hal lain di luar kegiatan pembelajaran.
Akibatnya, mereka sering berbicara sendiri, bercanda, atau tidak memperhatikan penjelasan guru.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


