Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemulihan Sungai Batang Guo, Pemerintah Siapkan Infrastuktur Permanen

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Alat berat menormalisasi aliran Sungai Batang Guo di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Penanganan sungai menjadi bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana dan upaya mengurangi risiko banjir berulang. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)
Alat berat menormalisasi aliran Sungai Batang Guo di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat. Penanganan sungai menjadi bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana dan upaya mengurangi risiko banjir berulang. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemulihan Sungai Batang Guo di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, memasuki tahap penanganan infrastruktur yang lebih permanen. Pemerintah menyiapkan normalisasi alur sungai, pembangunan check dam, serta perbaikan tanggul untuk mengurangi risiko banjir dan sedimentasi yang mengancam kawasan terdampak.

Pekerjaan tersebut sejalan dengan arah kebijakan dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP Sumatera) 2026–2028. Dokumen yang disusun Kementerian PPN/Bappenas itu menjadi pedoman pemulihan wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam Renduk, khususnya bagian 6.3.3 tentang infrastruktur sumber daya air dan drainase, pemulihan sungai diarahkan secara terpadu dalam satu kesatuan daerah aliran sungai. Strateginya mencakup penguatan tanggul dan tebing sungai, penyesuaian alur terhadap kondisi pascabencana, pengendalian sedimentasi, serta penanganan kawasan hulu dan hilir secara terintegrasi.

Advertisement

Penanganan Batang Guo dan Dua Sungai Lainnya

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak banjir bandang di Kota Padang, Senin (19/10/2026). Peninjauan itu mencakup penanganan Batang Guo serta pembangunan pengendali banjir dan sedimen di Sungai Batang Kuranji dan Batang Air Dingin.

Dalam pemberitaan Spektroom pada 20 Oktober 2026, Dody menegaskan pentingnya menyelesaikan normalisasi sungai sebelum pembangunan pengendali sedimen dilanjutkan.

Advertisement

“Kementerian PU lebih fokus menyelesaikan normalisasi sungai dulu, agar kemudian check dam bisa terbangun dengan cepat,” kata Dody, sebagaimana diberitakan Spektroom.

Penanganan tiga sungai tersebut memiliki lingkup pekerjaan dan alokasi anggaran berbeda. Berdasarkan rincian yang dipublikasikan, penanganan Batang Kuranji beserta anak sungainya mendapat alokasi Rp249,56 miliar. Pekerjaan direncanakan berlangsung pada periode 2026–2028, meliputi pembangunan check dam, pelindung tebing sungai atau revetment, serta parapet.

Sementara itu, penanganan Batang Air Dingin beserta anak sungainya mendapat alokasi Rp162,81 miliar. Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan check dam, kantong penampung sedimen atau sand pocket, tanggul, pelindung tebing, serta pekerjaan pendukung konstruksi.

Adapun penanganan Batang Guo mencakup segmen sepanjang 450 meter dengan kapasitas tampungan 6.400 meter kubik. Pekerjaannya meliputi pembangunan check dam, tanggul siklops, perbaikan alur sungai, serta pekerjaan pendukung konstruksi. Alokasi untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp75 miliar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman,  Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman, Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Satgas PRR mencatat pemulihan 3.902 hektare sawah di Padang. Kolaborasi Pemko dan BUMN turut mendukung penanganan dampak bencana, sementara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer