Pemulihan Sungai Batang Guo, Pemerintah Siapkan Infrastuktur Permanen


PADEK.JAWAPOS.COM — Pemulihan Sungai Batang Guo di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, memasuki tahap penanganan infrastruktur yang lebih permanen. Pemerintah menyiapkan normalisasi alur sungai, pembangunan check dam, serta perbaikan tanggul untuk mengurangi risiko banjir dan sedimentasi yang mengancam kawasan terdampak.
Pekerjaan tersebut sejalan dengan arah kebijakan dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP Sumatera) 2026–2028. Dokumen yang disusun Kementerian PPN/Bappenas itu menjadi pedoman pemulihan wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam Renduk, khususnya bagian 6.3.3 tentang infrastruktur sumber daya air dan drainase, pemulihan sungai diarahkan secara terpadu dalam satu kesatuan daerah aliran sungai. Strateginya mencakup penguatan tanggul dan tebing sungai, penyesuaian alur terhadap kondisi pascabencana, pengendalian sedimentasi, serta penanganan kawasan hulu dan hilir secara terintegrasi.
Penanganan Batang Guo dan Dua Sungai Lainnya
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak banjir bandang di Kota Padang, Senin (19/10/2026). Peninjauan itu mencakup penanganan Batang Guo serta pembangunan pengendali banjir dan sedimen di Sungai Batang Kuranji dan Batang Air Dingin.
Dalam pemberitaan Spektroom pada 20 Oktober 2026, Dody menegaskan pentingnya menyelesaikan normalisasi sungai sebelum pembangunan pengendali sedimen dilanjutkan.
“Kementerian PU lebih fokus menyelesaikan normalisasi sungai dulu, agar kemudian check dam bisa terbangun dengan cepat,” kata Dody, sebagaimana diberitakan Spektroom.
Penanganan tiga sungai tersebut memiliki lingkup pekerjaan dan alokasi anggaran berbeda. Berdasarkan rincian yang dipublikasikan, penanganan Batang Kuranji beserta anak sungainya mendapat alokasi Rp249,56 miliar. Pekerjaan direncanakan berlangsung pada periode 2026–2028, meliputi pembangunan check dam, pelindung tebing sungai atau revetment, serta parapet.
Sementara itu, penanganan Batang Air Dingin beserta anak sungainya mendapat alokasi Rp162,81 miliar. Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan check dam, kantong penampung sedimen atau sand pocket, tanggul, pelindung tebing, serta pekerjaan pendukung konstruksi.
Adapun penanganan Batang Guo mencakup segmen sepanjang 450 meter dengan kapasitas tampungan 6.400 meter kubik. Pekerjaannya meliputi pembangunan check dam, tanggul siklops, perbaikan alur sungai, serta pekerjaan pendukung konstruksi. Alokasi untuk pekerjaan tersebut mencapai Rp75 miliar.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




