Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mulus Lagi, Jalan Koto Tuo jadi Akses Nyaman dan Ekonomi Warga Pulih

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Jalan Koto Tuo, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang, menjadi akses penting menuju kawasan Batu Busuk yang terdampak banjir bandang. Perbaikan jalan mendukung mobilitas warga, akses pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)
Jalan Koto Tuo, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang, menjadi akses penting menuju kawasan Batu Busuk yang terdampak banjir bandang. Perbaikan jalan mendukung mobilitas warga, akses pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM- Aktivitas warga di sepanjang Jalan Koto Tuo, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mulai kembali menggeliat. Jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang dan membahayakan pengendara itu kini beraspal mulus setelah diperbaiki pemerintah.

Perbaikan tersebut bukan sekadar membuat perjalanan lebih nyaman. Jalan ini menjadi akses penting bagi warga, pelajar, mahasiswa Universitas Andalas (Unand), pedagang. Juga bagi mereka yang menuju kawasan Batu Busuk, yang terdampak banjir bandang pada November 2025.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan bahwa pemulihan harus bisa cepat dilakukan. Semua unsur harus bergerak paralel dalam membantu masyarakat terdampak.

Advertisement

“Tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat, daerah juga bergerak, membantu masyarakat di bidang-bidang yang terdampak,” kata Tito.

Lurah Kapalo Koto, Adek Deswarman, mengatakan kondisi jalan memburuk setelah bencana akhir tahun lalu. Lalu lintas kendaraan dan alat berat yang digunakan dalam proses penanganan bencana, turut memperparah kerusakan. Bahkan, sebagian ruas jalan sempat putus diterjang banjir bandang.

“Ruas jalan itu merupakan satu-satunya akses bagi pemerintah, donatur, dan lembaga terkait untuk meninjau lokasi bencana banjir bandang di Batu Busuk,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Adek, jalan tersebut juga digunakan siswa dari tiga sekolah, yakni SMPN 44 Padang, SDN 05 Koto Tuo, dan SD Bustanul Ulum. Selain itu, akses ini menghubungkan kawasan hunian tetap mandiri dan lokasi pembangunan hunian tetap di Lambung Bukik.

Karena itu, perbaikan jalan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan kelanjutan pemulihan kawasan terdampak bencana.

Pelanggan Kembali, Usaha Warga Menggeliat

Dampak perbaikan juga dirasakan pelaku usaha kecil. Veriwarni, 46, pedagang kelontong setempat, mengungkapkan jalan yang rusak sebelumnya membuat warga enggan melintas. Lubang-lubang di badan jalan bahkan kerap memicu pengendara terjatuh atau mengalami kecelakaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman,  Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman, Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Satgas PRR mencatat pemulihan 3.902 hektare sawah di Padang. Kolaborasi Pemko dan BUMN turut mendukung penanganan dampak bencana, sementara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer